Sebuah kisah cinta seorang sahabat kepada kekasihnya terekam dalam satu perjalanan pasukan Muslim menuju medan Perang Tabuk melawan kekaisaran Bizantium. Tokoh utama dalam kisah ini adalah Abu Dzar Al-Ghiffari, sahabat Baginda Rasulullah Saw.
Dalam perjalanan itu karena keledainya yang lemah Abu Dzar rela berjalan kaki seraya memikul bawaannya. Saat itu sedang terjadi puncak musim panas yang sangat menyayat.
Karena perjalanan yang sangat berat itu Abu Dzar keletihan dan roboh di hadapan Nabi Saw. Namun Rasulullah heran kantong airnya masih penuh. Setelah ditanya mengapa dia tidak minum airnya, tokoh luar biasa ini menjawab, "Di perjalanan saya temukan mata air. Saya minum air itu sedikit dan saya merasakan nikmat. Setelah itu, saya bersumpah tak akan minum air itu lagi sebelum Engkau meminumnya, wahai Rasulallah."
Silakan renungkan dan ambil sendiri hikmah dari kisah luar biasa ini. Ambil dan reguklah sebanyak-banyaknya dan biarkan dan izinkan hikmah itu menyatu dalam energi, saraf dan darahmu.
#mustamirpedak
#ngajibahagia
No comments:
Post a Comment