Tuesday, February 23, 2021

Kesaktian Kata-Kata

Ini cerita seorang ibu kepada saya tadi sore saat konsultasi tentang masalah kesehatannya. Cerita yang mengajarkan agar kita mewaspadai keinginan-keinginan dan kata-kata kita sendiri.

Dulu, katanya, dia sangat gemuk. Tinggi badan 150an dan berat badan 75an. Beliau sangat ingin kurus.

Suatu ketika ada temannya yang juga gemuk tetapi karena sakit temannya itu menjadi kurus. Dalam hati Si Ibu itu berkata, "Aku ingin kurus seperti dia walaupun dengan cara sakitpun nggak apa-apa." Benar saja, setelah itu Si Ibu pun kurus karena menderita hipertiroid sampai kini. 


Hikmah:

Kata-kata ibarat aplikasi yang terinstal di otak kita dan dia akan bekerja untuk mencapainya.

Biasakan berkata-kata yang baik, indah, dan ekologis.


Tanya: Kalo sudah terkadung mengucapkan kata 2 kemudian ingin mengoreksi kata kata itu dengan cara bagaimana pak Mus? Misalnya mengucapkannya sudah lama dan sekarang ingin mengoreksi atau mencabut kata 2 itu ?

Jawab: Kata2 itu terinstal dalam pikiran itu jika ada faktor berikut ini:

1. Disertai muatan emosi

2. Imajinatif

3. Berulang

4. Sesuai sistem nilai

Maka untuk mencabutnya juga harus memenuhi faktor2 itu, Mbak

Tanya: Ke 4 faktor ini harus terpenuhi semua, atau bisa hanya salah satu saja, pak ?

Jawab: Jika makin banyak dipenuhi semakin jossssss, Mbak

☺️☺️

Jawab:  Nggih pak Mus. Suwun.

Kemarahan Yang Melemahkan

#mustamirpedak

#ngajibahagia 


Seorang gadis menjadi korban gendam. Beberapa hari ini suara-suara penggendam itu masih terus terngiang-ngiang di telinganya sehingga mengganggu aktifitasnya. 

Dalam proses terapi ditemukan ada luka batin luar biasa yang menggelapkan hatinya. Inti kisahnya adalah karena perlakuan seseorang yang sangat buruk kepadanya membuatnya memendam dendam yang sangat-sangat dalam. 

Memang jika seseorang membenci sesuatu berlebihan atau menyukai sesuatu berlebihan maka dia cenderung gampang digendam.

Saya bertanya kepadanya tentang suara siapakah yang paling indah menurutnya. Dia menjawab: IBU. Lalu saya minta dia untuk membaca fatihah setiap habis shalat 11 kali untuk ibunya. Dan setelah itu hadirkan (dibayangkan) suara ibunya membaca fatihah semerdu-merdunya 11 kali tepat di kedua lubang telinganya. 

Berkat bacaan fatihah itu kini Si Mbak merasakan "lebih adem, mudah melakukan segala hal termasuk ujian lebih lancar dan otak nya lebih fresh, dan alhamdulillah yg negatif-negatif itu sudah mulai memudar".


Hikmah:

Jika benci dan senangmu terlalu maka kamu akan menjadi rapuh.






Cinta Abu Dzar Al-Ghiffari

Sebuah kisah cinta seorang sahabat kepada kekasihnya terekam dalam satu perjalanan pasukan Muslim menuju medan Perang Tabuk melawan kekaisaran Bizantium. Tokoh utama dalam kisah ini adalah Abu Dzar Al-Ghiffari, sahabat Baginda Rasulullah Saw.

Dalam perjalanan itu karena keledainya yang lemah Abu Dzar rela berjalan kaki seraya memikul bawaannya. Saat itu sedang terjadi puncak musim panas yang sangat menyayat. 

Karena perjalanan yang sangat berat itu Abu Dzar keletihan dan roboh di hadapan Nabi Saw. Namun Rasulullah heran kantong airnya masih penuh. Setelah ditanya mengapa dia tidak minum airnya, tokoh luar biasa ini menjawab, "Di perjalanan saya temukan mata air. Saya minum air itu sedikit dan saya merasakan nikmat. Setelah itu, saya bersumpah tak akan minum air itu lagi sebelum Engkau meminumnya, wahai Rasulallah." 

Silakan renungkan dan ambil sendiri hikmah dari kisah luar biasa ini. Ambil dan reguklah sebanyak-banyaknya dan biarkan dan izinkan hikmah itu menyatu dalam energi, saraf dan darahmu.


#mustamirpedak

#ngajibahagia

Gelisah saat Pandemi

 Tanya:

Pak Uztad..pareng bertanya...dg pandemi saat ini, hati terasa takut dan gelisah...sudah berusaha segenap hati mendekatkan diri kpd Alloh...., tp rasa takut itu sll membayangi..nyuwun pencerahan Paj Uztad...🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Jawab:

Rasa takut itu terus membayangi karena ego kita yg masih mendominasi hati kita.

Kita merasa memimiliki sesuatu. Kita merasa memiliki tubuh ini. Padahal tubuh ini bukan milik kita. Manusia tidak pernah kehilangan apa-apa karena manusia tidak pernah memiliki apa2.

Kita juga merasa bisa mengendalikan sesuatu. Bahwa kita akan terhindar dari ini dan itu dengan cara begini dan begitu. Padahal Allahlah Sang Pengendali semua sebab dan akibat.

Jika memang menurut kita harus melakukan langkah-langkah tertentu (baca: prokes) maka lakukan itu bukan demi mencegah apa2 tetapi lakukanlah itu semua demi beribadah semata kepada Allah Sang Penguasa Semesta.


Tentang Rasa Sakit dan Luka Hati

Ketika ditanya tentang kasus bunuh dirinya Michael Jackson (Penyanyi) dan Robin William (pelawak) seorang psikolog terkenal (saya lupa namanya) menjawab:

Jangan kau tutupi rasa sakit dan luka hatimu (kesedihan, kekecewaan atau kemarahanmu) dengan tertawa dan bernyanyi!! 

Temuilah luka hatimu seperti layang-layang menyambut terpaan angin atau seperti peselancar menyambut hempasan gelombang. 

Temuilah rasa sakit dan luka hati itu seperti seorang murid menemui gurunya. Rasa sakit dan luka hati sesungguhnya guru terpenting bagi kehidupan. 


#ngajibahagia

Banyak orang menutup-nutupi luka hatinya dg mencari pelampiasan berupa kesenangan2 duniawi. Mereka tertawa atau bernyanyi hanya untuk menutup-nutupi luka hatinya. Tertawa dan nyanyiannya hanya kepura-puraan saja. Tertawa dan nyanyiannya sesungguhnya menunjukkan sikap takut dan kepengecutan. Mereka tidak cukup nyali untuk menghadapi masalah-masalah hidupnya.

Seharusnya kita berani nenghadapi luka itu sebagai pembelajaran penting dalam pendewasaan diri.


Tanya:  Ngapunten badhe nyuwun pirsa, jampinipun menika menapa Ustadz Mustamir Pedak? Bahkan karena di Jepang angka kematian karena bunuh diri meningkat maka diangkatlah sebuah menteri baru yaitu Menteri Kesepian 🤔

Jawab: Mboten wonten jampi ingkang langkung cespleng nglangkungi jampi setunggal punika: JAMPI TAUHID.

Komen:: ما شاء الله 🤲🏼🙏🏼


👑 RAHASIA SI UNTUNG 👑

👑 RAHASIA SI UNTUNG 👑


Anda pasti kenal tokoh si Untung di komik Donald Bebek. 

Berlawanan dengan Donald yang selalu sial, Si Untung ini ditakdirkan untung terus..🤗

Ada saja keberuntungan yang selalu menghampiri tokoh bebek yang di Amerika bernama asli Gladstone ini.

Betapa enaknya hidup si Untung. 

Pemalas, tidak pernah bekerja, tapi selalu lebih untung dari Donald. Jika Untung dan Donald berjalan bersama, yang tiba-tiba menemukan sekeping uang di jalan, pastilah itu si Untung.

Jika Anda juga ingin selalu beruntung seperti si Untung, don't worry, ternyata beruntung itu ada ilmunya..😍

Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang² beruntung dengan yang sial. 

Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesannya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti.

Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.

Misalnya, dalam salah satu penelitian the Luck Project ini, Prof.Wiseman memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada dua kelompok tadi.

Orang² dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini.

Sementara mereka dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja !😂😂

Lho kok bisa ?

Ya,karena sebelumnya pada halaman ke 2, Prof. Wiseman telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi "berhenti menghitung sekarang ! Ada 43 gambar di koran ini".

Kelompok sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung gambar...😂

Bahkan,lebih iseng lagi, di tengah² koran,Prof.Wiseman menaruh pesan lain yang bunyinya : "berhenti menghitung sekarang dan bilang ke peneliti Anda menemukan ini, dan menangkan $250 !"

Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan tadi ! Memang benar² sial mereka..😂


👑 Singkatnya,👑

Dari penelitian yang diklaimnya "scientific" ini, Prof.Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial :

1️⃣ Sikap terhadap peluang. 

Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang.Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang.

Bagaimana hal ini dimungkinkan ?

👑 Ternyata orang-orang yg beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru.  Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru.

Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan- kemungkinan baru.

Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di New York hendak menjual toko permatanya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil pria di sebelahnya: "Mr. Buffet !"

Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. 

Tapi Helzber berpikir lain. 

Ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet, salah seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan toko permatanya. 

Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya, dan betul ternyata dia adalah Warren Buffet. 

Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya    secara langsung kepada Buffet, face to face.

Setahun kemudian Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg. 

Betul-betul beruntung.


2️⃣ Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan.

👑 Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. 

 Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan "hati nurani" (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih.

Angka-angka akan sangat membantu tapi final decision umumnya dari "good feeling". Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan.

Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur atau sejenisnya sehingga emosi mereka dominan stabil.  Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. 

Dan jika makin sering digunakan,maka intuisi kita juga akan semakin tajam.

Banyak teman saya yang bertanya,"Mendengarkan intuisi" itu bagaimana ?

Apakah tiba² ada suara yang terdengar menyuruh kita melakukan sesuatu ?


Wah, kalau pengalaman saya tidak seperti itu. 

Malah kalau tiba² mendengar suara yg tidak ketahuan sumbernya, bisa² saya berpikiran lain.

Karena ini subyektif, mungkin saja ada orang yang beneran seolah  mendengar suara...😂


👑 Tapi kalau pengalaman saya, sesungguhnya intuisi itu sering muncul dalam berbagai bentuk, misalnya:

👉🏼 Isyarat dari badan.

Anda pasti sering mengalami. "Gue kok tiba² deg-degan ya, mau dapet rejeki barangkali", Semacam itu. 

Badan kita sesungguhnya sering memberi isyarat² tertentu yang harus Anda rasakan,karna ada makna yang menyertainya.

Misalnya lagi, Anda kok tiba² meriang kalau mau dapet deal gede, ya diwaspadai saja kalau tiba² meriang lagi.


👉🏼 Isyarat dari perasaan.

Tiba-tiba saja Anda merasakan sesuatu yang lain ketika sedang melihat atau melakukan sesuatu. 

Ini yang pernah saya alami. Contohnya, waktu saya masih kuliah, saya suka merasa tiba-tiba excited setiap kali melintasi kantor perusahaan tertentu.

Beberapa tahun kemudian saya ternyata bekerja di kantor tersebut. 

Ini masih terjadi untuk beberapa hal lain.

 

👉🏼 Isyarat dari luar.

Baca "isyarat²" dari luar yang datang pada Anda.

Saya juga beberapa kali mengalami. 

Misalnya pernah saja tiba² di TV saya kok merasa sering melihat iklan suatu perusahaan tertentu, kemudian ketemu teman kok membicarakan perusahaan itu lagi, di jalan melihat iklan perusahaan tadi. Belakangan perusahaan tadi ternyata menjadi klien saya. Jadi kalau akhir² ini Anda sering berpapasan dengan Mercedez S-Class dua pintu, barangkali itu suatu pertanda.


3️⃣ Selalu berharap kebaikan akan datang.

Orang yang beruntung ternyata selalu Ge-Er terhadap kehidupan. 

Selalu berprasangka baik, bahwa kebaikan akan datang kepadanya. 

Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain.

Coba saja Anda lakukan tes sendiri secara sederhana, tanya orang sukses yang Anda kenal, bagaimana prospek bisnis ke depan. 

Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan.


4️⃣ Mengubah hal yang buruk menjadi baik.

Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. 

Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi baiknya. 

Dalam salah satu tes nya Prof. Wiseman meminta peserta untuk membayangkan sedang pergi ke bank dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata. Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka.

Reaksi orang dari kelompok sial umunya adalah : "Wah sial benar ada di tengah² perampokan begitu". Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: "Untung saya ada di sana,saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan mendapat uang."😆


Apapun situasinya orang yg beruntung pokoknya untung terus. 

Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan.

Bagi mereka yang kurang beruntung, Prof. Wiseman bahkan membuka Luck School.

 Saya yakin Anda semua sudah beruntung dan tidak perlu bersekolah di Luck School.

Tapi ada baiknya mengintip sedikit, latihan² apa yang diberikan di Luck School.

Salah satu yang menonjol dari orang sial adalah betapa mereka sering mengabaikan hal-hal yang positif di sekitar mereka.

Misalnya salah satu pasien Prof. Wiseman, adalah seorang wanita single parent, yang sangat sial.

Ketika diminta menceritakan hidupnya,dia akan segera nyerocos menceritakan setiap detil kesialannya. 

Betapa sulitnya memperoleh pasangan,sudah ketemu pria yang cocok tapi si pria jatuh dari motor, di lain kesempatan si pria jatuh dan patah hidungnya, sudah hampir menikah, gerejanya terbakar, dan sebagainya. 

Pokoknya benar² sial.

Padahal, dalam setiap interview, si wanita datang membawa 2 orang anak yang sangat lucu² dan sehat.. .😂

 

 Sebagian besar dari kita akan merasa sangat beruntung memiliki 2 anak tadi.

Tapi tidak bagi si wanita sial tadi. 

Karena 2 anak lucu tadi tidak ada dalam pikiran si wanita, yang otaknya sudah penuh dengan "kesialan demi kesialan".

Latihan yang diberikan Prof.Wiseman untuk orang² semacam itu adalah dengan membuat "Luck Diary",yaitu buku harian keberuntungan. Setiap hari, wanita tadi harus mencatat hal-hal positif atau keberuntungan yang terjadi.

Mereka dilarang keras menuliskan kesialan mereka. Awalnya mungkin sulit, tapi begitu mereka bisa menuliskan satu keberuntungan, besok-besoknya akan semakin mudah dan semakin banyak keberuntungan yg mereka tuliskan.

Dan ketika mereka melihat beberapa hari ke belakang Lucky Diary mereka, semakin mereka akan sadari betapa mereka beruntung. 

Dan sesuai prinsip "law of attraction", semakin mereka memikirkan betapa mereka beruntung, maka semakin banyak lagi lucky events yang datang pada hidup mereka.


Jadi, sesederhana itu rahasia si Untung. 

Ternyata semua orang juga bisa beruntung. 

Termasuk Anda.

Siap mulai menjadi si Untung ? First : Open your Mind and Enjoy your life. 

Friday, February 19, 2021

Sebab Akibat (Kaki Nyeri Luar Biasa)

Sebab*Kaki Nyeri Luar Biasa* #mustamirpedak #ngajibahagia Dhik Fulanah, sebut saja begitu, usia 15 tahun mengalami keluhan nyeri di kaki dari lutut hingga jari-jari. Ayahnya menceritakan: Dhik Fulanah mondok di suatu pesantren di Jawa Barat. Suatu saat beliau dikabari bahwa putrinya mengalami demam seminggu lebih. Beliau menjemput putrinya itu. *Di beberapa dokter belum ditemukan diagnosa* dan hanya diberi obat penghilang nyeri dan antibiotik. Beberapa hari kemudian demamnya hilang tetapi *muncul keluhan nyeri dari lutut hingga jari-jari kaki.* Begitu nyerinya bahkan hanya disentuh saja menjerit-jerit kesakitan. Beberapa malam tidak bisa tidur karena nyeri yang sepertinya luar biasa itu. Dibawalah Dhik Fulanah itu ke salah satu rumah sakit. Di Rumah sakit itu ditemukan *HBnya sangat rendah dan diduga peradangan usus buntu.* Maka dilakukanlah operasi untuk mengobati usus buntunya itu. Setelah dilakukan operasi ternyata nyeri di kakinya belum berkurang sama sekali. Dibawalah Dhik Fulanah ke tempat praktek saya. Saat itu Dhik Fulanah mengerang-ngerang kesakitan. Tampaknya nyeri itu begitu hebat. *Awalnya saya menduga Dhik Fulanah menderita Lupus (penyakit autoimun) tetapi saya tidak berani menyimpulkannya.* Keluarganya berpikir ada makhluk gaib yang mengganggunya. *Seperti biasa saya tidak membenarkan atau menyalahkan persepsi keluarganya itu.* Saya sampaikan pentingnya tauhid dan kepasrahan kepada Allah kepada Ibu Bapaknya. *Hanya tauhid yang bisa membawa seseorang keluar dari jerat kegelisahan dan ketakutan.* Saya bacakan ayat-ayat Al-Quran dan saya beri air putih untuk diminum. Saya berjanji seminggu nanti saya akan datang ke rumahnya. Malam harinya Dhik Fulanah mengalami kesakitan yang hebat lagi. Sang Bapak telepon saya meminta untuk datang ke rumah beliau. Karena situasi yang belum nemungkinkan saya datang keesokan harinya. Di kesempatan itu saya bercerita kepada Dhik Fulanah tentang makna-makna kesabaran. Saya ingatkan janji-janji Allah bagi mereka yang sabar dalam sakitnya. Saya mendoakannya. Baru saja bapaknya mengabari bahwa *Dhik Fulanah sudah sehat seperti sedia kala.* Hikmah: Kadangkala *kita tidak harus tahu penyebab karena ada beberapa kondisi di mana penyebab itu sangat sulit ditemukan.* Tetapi apapun penyebabnya *pasrahkan semua kepada Sang Penguasa Sebab.*

Monday, February 15, 2021

RUMAH BAU MELATI

Waktu Magrib yang menegangkan. Orang-orang bergerak menuju rumah kosong setelah pencuri kotak amal lari ke dalam bangunan angker untuk bersembunyi.

Tidak ada azan magrib hari itu sebab seluruhnya pergi mengejar pencuri laknat yang lancang mencemari rumah suci dengan perbuatannya yang keji.

Pencuri sialan!

Dia harus ditangkap dan diadili!

Rombongan massa itu saling sahut-menyahut, menumpahkan sumpah serapah, sesekali salah satu di antara mereka meneriakkan takbir.

Mereka makin dekat. Semerbak melati dibawa angin dari arah rerimbunan pepohonan di halaman rumah angker.

Rumah bau melati. Konon sering ada penampakan wanita yang melayang-layang mengitari rumah. Ia terbang sambil tertawa cekikian.

Namun, kali ini siapa yang peduli bau melati? Siapa yang peduli penampakan hantu wanita? Orang beramai-ramai. Bahkan di dalam rombongan itu ada Pak Haji, mana mungkin wanita itu berani menampakkan diri?

Bau melati makin kental. Kian menusuk hidung. Wangi sekaligus mendatangkan ketenangan yang mengerikan. Tak berapa lama kemudian orang-orang telah sampai di halaman rumah.

"Allahhu akbar!" Pak Haji mengucap takbir. Pandangannya menatap tajam ke awang-awang. Sementara warga yang lainya senyap. Beberapa gemetaran, ada juga yang mulutnya sampai menganga.


Perempuan itu muncul, melambung-lambung di antara dua pepohonan rimbun.

"Mengapa tak ke masjid? Mengapa tak mengumandangkan azan? Bangsaku sudah bersiap menutup telinga, beberapa sudah bersembunyi di tempat pembuangan yang kedap dan bau," sergah wanita yang wajahnya tertutup rambut panjang.

"Kami mau menangkap pencuri kotak amal!" jawab Pak Haji sedikit gemetar.

"Tidak bisa! Dia mencari perlindungan di rumah kami! Wajib bagi kami untuk melindunginya!"

"Setan terkutuk! Sudah terkutuk, sukanya membela bandit yang kelakuannya terkutuk!"

"Kamu lebih terkutuk! Kalian semua terkutuk!" Lecutan kata itu diiringi tawa cekikikan. Bau melati bertebaran.

"Biar aku bacakan kamu ayat-ayat Allaah! Lekas-lekaslah terbakar dan enyah kamu ke neraka!"

Pak Haji membaca ayat kursi. Warga berdzikir bersama-sama. Dengung suara dzikir terdengar bagai segerombolan lebah.

Tak lekas terbakar, wanita itu malah menirukan bacaan ayat kursi secara fasih.

"Bagaimana bisa ayat suci itu menghiasi lisanmu, bahkan tiap hari kamu membaca berjus-jus quran, tapi tak satu pun yang terselip di hati?" ucap wanita yang kini duduk di atas dahan pohon beringin.

"Apa maksudmu, setan busuk?"

"Aku tahu siapa si pencuri kotak amal. Dia cuman anak-anak. Dia yatim. Kini bertambah jadi piatu. Simboknya baru saja meninggal seminggu yang lalu. Tanah kuburannya masih basah lalu kini kalian mau menghabisinya? Bagaimana bisa penderitaan anak ini luput dari jangkauan kalian?"

Semua terdiam. Pak Haji makin jengkel.

"Tapi, bukan berarti dia boleh mencuri!"

"Kamu mengumumkan kas masjid yang puluhan juta itu melalui pengeras suara. Sementara anak ini kelaparan. Hidupnya kini sebatang kara! Lalu ke mana saja kas yang puluhan juta itu? Mengapa yang kalian pentingkan hanya pembangunan masjid saja?"

"Kalau masjidnya bagus dan nyaman, ibadah jadi tenang." Pak Haji masih membela diri meski nada bicaranya makin melunak.

"Masjid kalian makin megah, makin nyaman, tapi, Allaah yang kalian sembah itu kelaparan, kehausan, sedang kalian tak mau menggubrisnya."

"Kurang ajar! Beraninya kamu merendahkan Allah. Mana mungkin Allah lapar dan kehausan!" Pak Haji kembali menaikkan suara. Telunjuknya mengacung ke atas, tasbihnya terlihat melilit di pergelangan tangan.

"Dalam setiap jiwa yang kelaparan dan kehausan, Allah begitu dekat. Apa kalian tak pernah mengasah hati nurani?" Wanita itu kembali cekikikan.

Perkataan terakhir wanita itu membuat hati Pak Haji melunak secara kaffah. Dahulu, di pondok pesantren, ia kerap mendengar hadits qudsi tersebut. Mengapa kini ia malah melupakannya? 

Tertunduk Pak Haji dalam-dalam. Betapa menyesalnya ia kini.

Bau melati semakin tidak wajar. Makin membuat pusing dan mual. Beberapa yang tidak kuat menghirup aroma kental itu akhirnya lemas dan pingsan. Pak Haji pingsan paling akhir. 

*

"Pak, bangun! Sudah Mahrib. Ayo ke masjid." Bu Haji membangunkan suaminya yang tertidur selepas Ashar.

Buru-buru Pak Haji ke masjid dan mengecek kotak amal. Masih pada tempatnya. Pucat muka pria sepuh itu karena mimpi yang terus berkelebat di benaknya

Usai magrib, Pak Haji dan beberapa jamaah membongkar kotak amal. Dari hasil yang didapat, sebagian dialokasikan untuk pembangunan, sebagian untuk kesejahteraan umat.

Esok hari, pak haji buru-buru membeli sembako dengan uang kotak amal, ditambah uang pribadinya. Ia mendatangi rumah anak yatim yang ada di dalam mimpi.

Tersuruk-suruk langkah Pak Haji membopong sekarung beras dan menenteng bingkisan. Beberapa warga menawarinya bantuan untuk membawakan karung beras, tapi Pak Haji menolak.

"Ini adalah kelalaianku! Aku membiarkan anak yatim itu kelaparan. Aku sendiri yang harus memikulnya!"

Sesampai di depan gubuk tua dan reyot di pinggir sungai, buru2 Pak Haji dan warga dg bangga membuka pintu gubuk yg hampir roboh itu, dan...... apa yg mereka saksikan,..... Yatim piatu itu telah terbujur kaku di atas sajadah lusuh sambil memegangi perutnya... di hadapannya ada Al Qur'an kecil yg masih terbuka pada surat Al Mukmin ayat 47......

Innaa lillaahi wa innailaihi rooji'uuun

Allah berada di-tengah2  org yg hatinya hancur

Copas dari Grup KAFFAH (Kubah for Allah)

Friday, February 12, 2021

Mencintai dan Merasa Dicintai

Seorang bapak dan ibu mengeluhkan anaknya yang emosional. Katanya: bandel, susah diatur, malas, dan suka membantah. 

Usia anaknya 16 tahun. Si Bapak datang ingin meruqyahkan anaknya itu. Menurut Si Bapak anaknya tidak sebaene. Dia curiga anaknya diganggu setan. (Maaf, dalam hati saya bertanya-tanya: memangnya ada orang yang tidak diganggu setan??)

Saya mengajak ngobrol bapak, ibu dan anak itu. Si Bapak dan Si Ibu "memamerkan" betapa dia mencintai anaknya. Semua kebutuhannya dipenuhi. Disekolahkan di sekolah terbaik. Diberi les sesuai minat si anak. Mereka merasa sudah membuktikan bahwa mereka mencintai anaknya dengan sempurna.

Si Anak melihat bapaknya yang membanggakan "cintanya" itu dengan pandangan marah. "Papa bohong. Papa sama Mama tidak sayang kepadaku. Papa dan Mama suka ngatur-ngatur aku. Aku nggak anak kecil lag!"

Itu kira-kira "diskusi" yang terjadi di tempat saya menerima tamu.

Saya jadi mengerti bahwa cara kita mencintai anak kadang-kadang tidak nyambung dengan perasaan dicintai si anak.

YANG PALING PENTING BUKANLAH APAKAH KAMU MENCINTAI ANAKMU ATAU TIDAK TETAPI APAKAH ANAKMU MERASA DICINTAI ATAU TIDAK.


#mustamirpedak

LEVEL MEMAAFKAN

#mustamirpedak


Jika kamu memendam dendam maka sesungguhnya kamu sedang membakar dirimu sendiri. Yang pertama kali terbakar bukanlah mereka yang kamu anggap jahat tetapi adalah dirimu sendiri dan mungkin juga membakar orang-orang yang kamu cintai. Mungkin kamu bisa membakar mereka yang kamu benci tetapi itu hanya terjadi setelah kamu terbakar. Sebelum mereka yang kamu benci menjadi arang mungkin kamu telah jadi abu. Dendam kesumat tidak pernah menguntungkan siapapun.

Maka memaafkan adalah jalan paling masuk akal untuk menghindari kebakaran itu. Memaafkan itu semacam teknologi daur ulang sampah. Dengan daur ulang sampah-sampah itu menjadi bermanfaat atau minimal tidak merusak. Dengan memaafkan hal-hal yang menurutmu buruk itu justru menjadi energi baru untukmu.


Memaafkan itu ada tiga level:

1. Memaafkan agar

2. Memaafkan karena

3. Memaafkan tidak perlu


1. Memaafkan agar

Ini level terendah dalam memaafkan. Kamu bersedia memaafkan agar kamu mendapatkan keuntungan materi. Kamu memaafkan agar dia yang kamu maafkan memberimu hadiah. Kamu memaafkan agar kamu dipuji atau agar dijuluki sang pemaaf. Kamu memaafkan agar kamu dicitrakan sebagai pribadi mulia. Saat itu sesungguhnya maafmu kamu jual demi materi (keuntungan materi, kedudukan, atau citra).


2. Memaafkan karena

Pada level ini kamu memaafkan tidak demi keuntungan materi. Kamu memaafkan karena kamu merasa disakiti. Kamu memaafkan karena merasa didzalimi.

Namun di level ini kamu masih merasa benar sedangkan orang lain salah. Pada level ini masih ada percikan-percikan kesombongan dalam hatimu. Pada level ini kamu masih digelapkan oleh egoisme.


3. Memaafkan tidak perlu

Inilah level yang paling melegakan. Inilah jenis memaafkan yang akan membuatmu bahagia. Pada level ini kamu sadar bahwa kamu tidak perlu memaafkan karena kamu tidak lagi merasa tersakiti. Kamu tidak perlu memaafkan karena kamu sadar bahwa tidak ada yang pernah bisa menyakitimu kecuali kamu mengizinkan hatimu sendiri untuk sakit hati.

Seorang ibu tidak pernah merasa perlu memaafkan bayinya yang mengencinginya. Cubitan kekasih tidak pernah perlu untuk dimaafkan.


Di level manakah kini kamu berada?

LEVEL MEMBERI

#mustamirpedak


Sebagaimana memaafkan memberi pun ada 3 level:

1. Memberi agar

2. Memberi karena

3. Memberi tidak merasa


1. Memberi agar

Ini bukan salah atau buruk tetapi kurang indah. Kamu memberi agar dibalas diberi. Kamu memberi agar diberi. Entah diberi hadiah materi sebagaimana orang bersedekah berharap balasan materi berlipat-lipat. Bisa juga kamu memberi agar yang kamu beri memberimu ucapan terima kasih. Atau kamu memberi agar kamu dicitrakan sebagai sang dermawan.


2. Memberi karena

Kamu memberi karena merasa memiliki. Kamu merasa memiliki uang lalu kamu memberi orang lain uang. Kamu merasa memiliki ilmu lalu memberi orang lain ilmu. Kamu merasa memiliki kekuasaan lalu kamu memberi perlindungan. Pendek kata kamu memberi karena kamu merasa memiliki. Ini tentu tidal salah, tidak buruk, dan tidak keliru. Tetapi jika pandangan batinmu melihat dengan penuh kerendahan hati kamu akan tersadar bahwa kamu masih dipengaruhi oleh egomu. Kamu masih merasa memiliki.


3. Memberi tidak merasa

Benarkah uang itu milikmu? Bukankah hakikatnya itu hanya sekedar amanah Tuhan? Benarkah ilmu itu milikmu? Bukankah itu hanya sekedar titipan-Nya? Benarkah kekuasaan itu milikmu? Bukankah itu sekedar pemberian-Nya? Kamu tidak memiliki apa-apa. Bahkan hidup matimu adalah milik-Nya semata. Lalu bagaimana mungkin kamu merasa memberi? Tidak, kamu tidak pernah memberi apapun. Kamu tidak pernah memiliki apa-apa. Kamu tidak pernah memberi apapun.

Temukan humornya

😁😁


Calon Istri

Seorang pemuda mengeluh kpd sahabatnya. Katanya,  "Aku lagi bingung. Setiap punya calon istri tidak pernah disetujui ibuku. Katanya terlalu pendek atau terlalu tinggi. Teralu gemuk atau terlalu kurus. Bingung aku."

Sahabatnya menasihati, "Itu gampang. Pilih saja yg PERSIS ibumu." Dengan menghela napas si pemuda berkata, "Itu juga sudah aku lakukan. Aku bawa pacar yg persiiiisss ibuku. Tapi apa yg terjadi? Giliran ayahku yg nggak setuju."😃😃

(Dikutip dari buku LOGOTERAPI karya Prof. HD Bastaman)



 Mana Yang Benar?

Seorang pengunjung bertanya kpd penduduk sebuah kampung, "Pak, kampung ini namanya Cipularang atau Cipuralang?"

"Cipulalang" jawab kata penduduk itu. "O, maaf, Bapak pekerjaannya apa?" tanya pengunjung. Penduduk itu menjawab, "SUPIL TLUK."

😃😃😃

(Dikutip dr buku LOGOTERAPI karya Prof. HD. Bastaman)

Menikah Beda Keyakinan

Tanya: Ustadz, menikah beda keyakinan itu gimana?

Jawab: Ya nggak apa-apa. Saya saja beda keyakinan dengan istri saya, kok.

Tanya: Ah, yang benar, Ustadz?

Jawab: Benar, saya YAKIN kalau saya ini nggantheng. Istri saya NGGAK YAKIN kalau saya ini nggantheng.


😁😁😁

Sebuah Puisi Hati

 Hayatilah puisi ini:


Bertahun-tahun ku ketuk pintu-Mu

Lama sekali tidak terbuka

Dan tatkala pintu itu terbuka

Aku baru sadar bahwa aku mengetuknya dari dalam.

(Jalaluddin Rumi)


Ini adalah metafora bahwa sesungguhnya kamu selalu berada dalam rengkuhan kasih sayang-Nya hanya kamu yang belum menyadari-Nya.


Seperti puisi yang pernah saya buat:


Allah Sudah Kamu Yang Belum

Allah itu sudah menyayangimu hanya kamu saja yang belum sadar disayangi.

Allah itu sudah mencintaimu hanya kamu saja yang belum sadar dicintai.

Allah itu sudah memberimu petunjuk hanya kamu saja yang belum sadar diberi petunjuk.

Allah itu sudah memberimu rejeki hanya kamu saja yang belum sadar diberi rejeki.

Dia itu sudah.

Kamu saja yang belum.


#ngajibahagia

#mustamirpedak

Tentang Siapa Yang Salah

Dalam persoalan-persoalan atau realitas-realitas hidupmu:

Jika kamu masih menyalahkan orang lain itu petunjuk bahwa kamu harus segera memulai perjalanan spiritual.

Jika kamu sudah melihat kesalahanmu sendiri itu tanda bahwa kamu sudah memulai perjalanan spiritual.

Jika kamu sudah tidak lagi melihat siapa yang salah itu tanda perjalanan spiritualmu hampir selesai.

#mustamirpedak

Cara Cepat Mengobati Luka Hati

#mustamirpedak


Siapakah orang yang paling ingin kamu dipeluknya saat hatimu terluka? Ibumukah? Ayahmukah? Anakmukah? Sahabatmukah?

Siapapun dia tidak masalah.

Sekarang bayangkan dan hadirkan orang istimewa itu sekarang. Rasakan dia sedang nemelukmu. Erat. Sangat erat. Sangat sangat erat. Betapa indah dekapannya. Betapa nikmat dekapannya. Nikmati dekapannya sepuasmu. Boleh semenit. Boleh 10 menit. Boleh 1 jam. Terserah kamu dan sepuasmu.

Rasakan sekarang juga... Nikmati perginya luka hati... Kini hatimu telah terobati... Hatimu hanya berisi kebahagiaan yang sangaaat dalam.

Keyakinan Yang Mematikan

(Saya adaptasi dari buku The Biology of Belief karya Bruce Lipton)


Seorang dokter, Clifton Meador, memiliki seorang pasien, San Londe, seorang mantan penjual sepatu yang menderira kanker esofagus (kerongkongan). Ini adalah kondisi yang dianggap 100% mengancam nyawa. Dia dirawat karena kankernya itu walaupun semua yakin bahwa kankernya tak mungkin disembuhkan. Sesuai dugaan, beberapa minggu kemudian Londe meninggal.

Ceritanya tidak berakhir di sini. Karena sebuah alasan dilakukan autopsi pada jenazah Londe. Sangat mengagetkan ternyata hanya ada sangat sedikit kanker di tubuhnya yang diyakini tidak cukup kuat untuk menewaskannya. Hanya ditemukan beberapa titik lesi di hati dan satu titik lesi di paru-paru tetapi tidak ada jejas kanker esofagus yang diduga membunuhnya.

Dr Meador berkata kepada Discovery Health Channel: "Dia meninggal bersama kanker, tetapi bukan karena kanker."

Lalu apa yang yang menewaskan Londe jika bukan kanker esofagus? Apakah dia meninggal karena keyakinannya bahwa dia akan meninggal? Apakah dokter, perawat, dan orang-orang di sekitarnya yang telah meyakinkannya bahwa dia akan mati karena kanker esofagusnya yang telah mempercepat kematiannya?

Peristiwa ini terus menghantui Dokter Meador hingga 30 tahun kemudian: "Saya berpikir dia mengidap kanker esofagus. Dia berpikir dia mengidap kanker. Semua orang di sekitarnya menganggap dia mengidap kanker. Apakah saya, entah bagaimana caranya, telah memupus harapannya?"

Hikmah: keyakinan, baik yang positif atau negatif, bukan hanya memengaruhi kesehatan, bahkan memengaruhi hampir semua aspek kehidupan manusia.

#mustamirpedak

Keyakinan Yang Menyehatkan

(Juga saya adaptasi dari The Anatomy of Belief karya Bruce Lipton)


Tahun 2002 New England Journal of Medicine menerbitkan sebuah hasil penelitian yang mencengangkan. Adalah Dr. Bruce Moseley yang melaporkan penelitiannya dengan judul: "A Controlled Trial of Arthroscopic Surgery for Osteoarthritis of the Knee."

Ini adalah penelitian tentang pengaruh operasi radang lutut. 


Dalam penelitian ini pasien dibagi menjadi 3 kelompok:

1. Pasien dikerok tulang rawannya di lutut yang rusak.

2. Pasien sendi lututnya dibersihkan, materi yang diduga menyebabkan peradangan dibuang.

Dua prosedur ini (kelompok ke 1 dan ke dua) adalah operasi standar pada lutut yang mengalami peradangan.

3. Pasien dioperasi "palsu". Pasien dibius, diinsisi (diiris) sesuai standar seolah-olah benar-benar dioperasi. Pasien kelompok ke tiga ini yakin benar-benar dioperasi padahal tidak sama sekali. Hanya seolah-olah dioperasi.

Hasilnya:

Kelompok yang menjalani operasi asli (kelompok 1 dan 2) mengalami perbaikan. Yang mengejutkan adalah kelompok ke tiga (yang operasi "palsu") juga mengalami perbaikan kondisi lutut sama bagusnya dengan kelompok pertama dan ke dua.

Penelitian ini memperkuat judul yang saya berikan di atas: KEYAKINAN YANG MENYEHATKAN.


#mustamirpedak

Patuh dan Khusnudzan

Ini kisah yang disampaikan Imam Ghazali di akhir Kitab Ihya Ulumiddin. Ada dua orang ahli neraka dipanggil Allah. Lalu Allah bertanya: "Bagaimana, enak di neraka?" Tentu saja kedua orang tadi menjawab: "Tentu saja tidak enak ya, Allah." Lalu Allah menerintah: "Kalau begitu balik lagilah ke neraka."

Orang pertama langsung lari sekencang-kencangnya ke neraka. Allah bertanya: "Kenapa kamu mau balik lagi ke neraka?" Orang itu menjawab: "Dulu di dunia aku tidak patuh kepada-Mu. Sekarang aku patuh kepada perintah-Mu." Lalu Allah bersabda: "Masuklah ke dalam surga-Ku."

Sementara orang kedua ketika disuruh kembali ke neraka ragu-ragu. Allah bertanya: "Kenapa kamu ragu-ragu kembali ke neraka?" Dia menjawab: "Aku tadi khusnudzan mau Engkau masukkan ke dalam surga-Mu ya, Allah." Lalu Allah bersabda: "Karena khusnudzanmu silakan masuk surga-Ku."

Ini ada dua sikap yang lahiriyahnya bertolak belakang tetapi dua-duanya dibenarkan oleh Allah. Maka yang paling penting bukan sikapnya saja tetapi NIAT di balik sikap itu. 


Note:

Sikap dan perilakumu haruslah didorong oleh NIAT karena Allah. Bisa jadi berbeda tetapi sama-sama benar.

#mustamirpedak

Kedamaian Hati dan Semesta

Bulan Rajab (awal Maret 2020) seorang janda datang dengan keluhan:

1. Melihat makhluk-makhluk ghaib di rumahnya

2. Membau sesuatu yang tidak ada (bau menyan, bau bunga, dan lain-lain)

3. Merasa seperti disentuh oleh seseorang saat tidur

4. Anaknya bandel dan tidak mengikuti nasihat orang tua

5. Orang-orang di tempat kerjanya yang selalu menyalahkan

6. URUSAN sekolah doktoralnya ( DESERTASI S3) yang rumit.


Sebagaimana biasanya saya tidak fokus kepada kejadian-kejadian anehnya. Saya tetap fokus kepada kedamaian hatinya. 

Saya melakukan Ruqyah kepada beliau dengan tujuan mendamaikan hatinya (bukan mengusir makhluk ghaibnya). Saya lebih sering membahas bagaimana menikmati proses desertasi beliau.

Menjelang puasa beliau datang lagi untuk diruqyah. Lalu ruqyah lagi bakda lebaran. Alhamdulillah Si Ibu sudah menyelesaikan desertasinya.

Hari ini beliau datang lagi mengabarkan:

1. Sudah tidak melihat lagi makhluk-makhluk ghaib

2. Sudah tidak membau lagi bau-bau aneh

3. Sudah tidak merasa disentuh seseorang

4. Anaknya sekarang menurut dan baik

5. Teman-teman kerjanya jadi baik

6. Sudah wisuda doktoral.

Sesungguhnya jika hatimu damai maka akan berpengaruh kepada alam di sekitarmu. Jika hatimu damai, entah mengapa, alam semesta akan menyayangimu.


#mustamirpedak

Ruqyah Yang Mendamaikan

#mustamirpedak


Untuk membandingkan dua terminologi kita membutuhkan pengetahuan mendalam atas keduanya agar persepsi kita tidak bias. 

Nuwunsewu, saya tidak terbiasa menuliskan perbandingan dua terminologi yang tidak sederhana dengan tulisan pendek di medsos karena rawan disalahpahami. Saya lebih suka menulis artikel atau bila perlu menulis buku agar pemahaman pembaca lebih detail dan tuntas.

Di kesempatan ini saya hanya akan menjelaskan sudut pandang saya tentang ruqyah. Saya meruqyah menggunakan ayat Suci Al-Quran.

Dua ayat di bawah yang selalu saya jadikan pegangan:

Pertama


وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.

(Al-A'raf: 204)


Dari ayat inilah saya selalu mengajak pasien mendengarkan dengan baik (menikmati dan menghayati) bacaan Al-Quran. Saat membaca pikiran kita harus khusyuk mengingat Allah. Jangan terganggu dengan pikiran tentang selain Allah (entah jin, sihir, atau apapun) yang justru akan melalaikan kita dari-Nya Yang Maha Menyembuhkan. Dengan menikmati dan menghayati itulah, janji-Nya, kita akan dirahmati.


Ke dua


إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ


Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.

(Al-Anfal:2)


Saat saya menyebut-nyebut nama-Nya dalam ruqyah saya memohon kepada-Nya agar hati kami bergetar dan membawa kami kepada kepasrahan (ketawakkalan) total kepada-Nya.

Kami yakin bahwa saat kita bertawakkal kepada-Nya maka Dia akan membawa kita dalam kehidupan yang indah. 

Genomic Imprinting

(Sebuah Pelajaran Menjelang Bersetubuh)


#mustamirpedak

Tulisan ini saya tujukan kepada suami istri yang merencanakan kehamilan. Prinsipnya adalah bahwa kualitas anak bukan hanya ditentukan oleh apa yang terjadi setelah kelahiran. Kualitas anak dipengaruhi jauh sebelum kelahiran. Dia dipengaruhi bahkan oleh proses sebelum kehamilan.

Adalah W. Reik dan J. Walter yang melaporkan penelitian tahun 2001 dengan judul: Genomic Imprinting: Parental Influence on the Genom.

Mudahnya begini. Pada tahap akhir pematangan sel telur (menjelang masa subur) dan pematangan sperma ada sebuah proses perekaman genomik/kumpulan gen yang kerennya bernama: GENOMIC IMPRINTING.

Saat menjelang masa subur itu sekelompok gen tertentu akan saling menyesuaikan untuk menentukan gen yang akan berperan dalam membentuk karakter anak nantinya.

Apa yang terjadi pada kehidupan orangtua menjelang masa subur itu (proses rekaman genomik) memiliki pengaruh mendalam terhadap otak dan tubuh anak. Sungguh perasaan atau suasana hati menjelang bersetubuh saat masa subur: apakah merasa dihargai atau tidak, terburu-buru, kebencian, dendam, kecemasan, dukungan batin sangatlah mempengaruhi kualitas bayi yang akan terlahir ke dunia kelak.

Bagaimana perasaanmu menjelang bersetubuh menentukan kualitas anakmu kelak. Piye perasaanmu?


😊😊😊

Sakaratul Maut Yang Sulit

#mustamirpedak

Kemarin waktu ngaji malam Kamis ada mbak mbak telepon saya. Dia meminta tolong saya untuk meruqyah ibu mertuanya (63 th) yang sakit di sebuah rumah sakit di Semarang. Ibu mertua mbak tersebut rupanya mengalami gagal ginjal dan karena kondisinya yang sangat lemah dokter tidak mau melakukan cuci darah.

Sudah semingguan Si Ibu mengalami kesakitan yang hebat. Melihat kondisi seperti itu tentu saja keluarga sangat prihatin dan bersedih hati. Hingga mereka berharap: jika memang sudah saatnya dipanggil Allah semoga dimudahkan prosesnya. Saya menjanjikan untuk meruqyah kamis paginya.

Karena situasi yang memburuk direncanakan dirujuk ke rumah sakit lain yang lebih tinggi level pelayanannya sehingga saya diminta menunda dulu ruqyahnya. 

Tetapi rupanya si ibu tidak jadi dirujuk karena tidak ada ruangan katanya. Sore harinya si mbak, yang telepon saya itu, datang ke rumah saya meminta doa. Si Mbak menceritakan kisah hidup ibu mertuanya. Selama ini ibu mertuanya adalah penjual miras dan bandar togel (semoga Allah mengampuninya). 

Saya menduga bahwa Si Ibu mencintai dunia secara berlebihan. Inilah penyebab paling sering dari sakaratul maut yang sulit. Saat sakaratul maut dia begitu ketakutan meninggalkan dunia sehingga terjadi semacam perang antara keinginannya mempertahankan dunia dengan rasa sakitnya yang akan membawanya ke alam keabadian.

Saya memberinya air putih yang saya doakan sambil berpesan: nanti usapkan air putih ini di wajah, tangan, kepala, dan kakinya. Bisikkan di telinga ibu syahadat sambil diselingi: Ibu, semua milik Allah (berulang-ulang).

Tadi subuh saya dikabari Si Ibu sudah dipanggil Allah tepat adzan subuh.

Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raji'uun.


Note: 

Mencintai dunia berlebihan akan menyulitkan pertemuan mesra si hamba dengan Allah Yang Maha Indah.

Nikmatilah Sebab-Akibat

#mustamirpedak

Jika kamu mensyukuri suatu sebab maka si akibat akan menyenangimu. Contoh, jika kamu mensyukuri pekerjaan, sebagai penyebab rejeki, maka rejeki akan menyenangimu. 

Demikian juga, ketika kamu mensyukuri suatu akibat maka sebab juga akan menyenangimu. Contoh, ketika kamu mensyukuri rejeki, sebagai akibat dari pekerjaan, maka pekerjaan akan menyenangimu.

Sesungguhnya sebab-akibat itu semacam pohon dan buahnya. Jika kamu benci pohonnya maka bagaimana kamu mendapatkan buahnya? Jika benci buahnya bagaimana mungkin kamu menyukai pohonnya?

Syukurilah sebab dan akibat maka Allah, Sang Pemilik Sebab-Akiibat, akan menyayangimu.

Berterimakasih Kepada Tubuh

Berterimakasihlah kepada tubuhmu yang menemani menjalani hidupmu. 

Jantung yang terus berdetak menghantarkan darah ke sel-selmu. 

Paru yang terus mengembang mengempis menangkap energi langit oksigenmu. 

Ginjal yang setiap hari menyaring puluhan liter darahmu.

Liver yang tak berhenti membersihkan racunmu.

Limpa yang terus menerus menjadi benteng kekebalanmu.

Berterimakasihlah kepada tubuhmu yang bersedia kamu ajak berdiri-rukuk-bersimpuh-sujud kepada Penciptamu.

Ikhtiyar menuju BERAT BADAN IDEAL semoga menjadi cara terindah berterimakasih kepada tubuhmu.

#mustanirpedak



Damailah Dengan Tubuhmu


Jangan berkonflik dengan tubuhmu!

Masalah-masalah atau penyakit bisa jadi adalah akibat tubuhmu yang marah akibat tak pernah kau tengok dan kau ajak ngobrol-ngobrol mesra. Jangan berkonflik dengan tubuhmu!

Tengoklah dan ngobrol-ngobrollah dengan tubuhmu agar engkau selaras serasi dengan tubuhmu itu. Keselarasan-keserasian dengan tubuhmu adalah pondasi kebugaran dan kesehatanmu.

#mustamirpedak

Sugesti Negatif Yang Berserakan

#mustamirpedak

#ngajibahagia 


Seorang mbak usia 27 tahunan mengalami sakit perut (mual) berulang-ulang. Leher terasa kaku. Pinggang terasa nyeri. Katanya: sakitnya rombongan. 

Dulu awalnya demam katanya. Dibawa ke dokter nggak sembuh-sembuh. Lalu dibawa ke orang pinter (bukan orang pintar 😁😁). Dibilang ada kuntilanak yang mengikuti. Setelah itu badan terasa berat. Datang ke orang pinter lainnya dibilang ada genderuwo yang memegangi bahunya. Setelah itu bahunya terasa kenceng. Datang ke orang pinter lainnya dibilang ada batu sihir di atas pinggangnya. Setelah itu pinggangnya terasa nyeri. 

Demikianlah bahayanya sugesti-sugesti buruk itu. Bagi yang gampang cemas sugesti-sugesti semacam itu akan sangat mudah memengaruhi fisiknya.

Sugesti negatif yang berserakan akan membuat pikiran dan perasaan kacau yang berujung kekacauan fisik.

Belum tibakah saatnya kembali kepada Sang Maha Membolak-balikkan Pikiran dan Perasaan?

Ibu dan Lidah Nabi Musa

#mustamirpedak


Seorang ibu usia 50an tahun lulusan doktor merasa kurang percaya diri ketika harus bicara di muka umum. Beliau merasa gugup dan canggung ketika menjadi saksi ahli atau pembicara seminar.

Ini nasihat saya untuk membantu ibu tersebut. Pertama saya bercerita tentang Nabi Musa yang berdoa agar diberi lidah fasih. Doanya sangat terkenal:


رب اشرح صدری ويسرلی امری واحلل عقدة من لسانی يفقهوا قولی


Saya menekankan makna kalimat واحلل عقدة من لسانی يفقهوا قولی yang artinya: dan lepaskanlah kekakuan lidahku dan pahamkanlah mereka akan kata-kataku.


Setelah itu saya menganjurkan si ibu untuk setiap habis shalat maghrib membaca fatihah untuk Rasulullah Saw dan Nabi Musa as. Setelah itu membaca doa di atas 7 kali.

Kini ibu itu menjadi saksi ahli dan pembicara yang percaya diri dan disegani.

Tertipu Piring

 Pemanasan Menuju Workshop


Ini hasil pengamatan sekilas. Bisa benar bisa juga salah. Tetapi Anda boleh mencobanya.

Orang berat badan kurang cenderung makan dengan piring kecil. Orang dengan berat badan lebih cenderung makan dengan piring besar.

Kita, orang Indonesia, cenderung menganggap bahwa makan itu satu piring tanpa menyadari besar/kecilnya piring. Entah besar/kecil kita cenderung memenuhinya dengan makanan. Karena sudah terbiasa maka program "PENUHI PIRING" iti terinstall di otak kita.

Nah, bagi Anda yang ingin berat badan naik cobalah biasakan makan dengan piring besar. Bagi yang ingin berat badan turun biasakan makan dengan piring kecil.


#mustamirpedak


Tanya: Pak..kl makan sedikit sdh terasa kenyang, itu karena kebiasaan, faktor keturunan atau karena ada masalah di pencernaan ?

Jawab: Secara fisik krn lambung lelah. Keadaan ini 80% dipengaruhi faktor psikologis seperti kecemasan, trauma, atau fobia.

Contoh: ketakutan berlebihan thdp naiknya berat badan akan mengganggu kinerja lambung.

Tanya: Kl kebiasaan itu dari kecil bagaimana pak ? Apakah jg dari psikologis atau krn keturunan atau krn lambungnya yg memang daya tampungnya ga bisa banyak ?

Jawab: Kemungkinan ada peristiwa traumatik sewaktu kecil bahkan mungkin sewaktu dalam kandungan

Tanya: Lalu ada jg orang yg makannya banyak tp ga bisa gemuk, trs mlh yg ada makannya sedikit, berat badan gampang naik. Kl sprti ini krn faktor apa ya pak ?

Jawab: Paling sering faktor psikologis, Mbak

Tanya: Bisa kasih contohnya pak ? Soalnya kita kan penginnya makan banyak, tp tetap langsing...😁

Jawab: Butuh penjelasan yg panjang, Mbak

InsyaAllah akan saya jelaskan panjang lebar di workshop

 Makanlah dalam suasana DAMAI maka tubuhmu akan menentukan sendiri jenis dan jumlahnya.

Komen: Nggih..pak. Terima kasih untuk penjelasannya.

Jawab: Jangan makan berdasar pikiran dan perasaanmu! Makanlah berdasar RUHANIMU!

 Makan itu bukan sekedar fenomena tubuh atau emosi. Dalam makna yang sangat dalam, MAKAN ADALAH FENOMENA RUHANI.

Itulah mengapa di ujung doa makan ada kalimat:

Wa qinaa adzaaba an-naar

(Lindungi kami dari adzab neraka)

Sekali lagi: MAKAN ADALAH FENOMENA RUHANI.

 😁makan banyak tapi tetep langsing....

 Mksdnya Makan berdasarkan ruhani itu bgmn pak ?

Salah satu langkah terpenting dalam laku spiritual adalah silaturahmi dan memaklumi tubuhmu.

#mustamirpedak

Tanya: Caranya pripun belum bisa memaklumi yii

Jawab: Sering mendengarkan tubuh dg tulus, Pak

Cara Sederhana Mengistirahatkan Pikiran-Perasaan

#mustamirpedak


Fisik membutuhkan istirahat dan pikiran-perasaan lebih membutuhkan istirahat.

Ini adalah salah satu cara yang sangat baik untuk mengistirahatkan pikiran-perasaan:


1. Duduk tenang atau posisi apapun yang paling nyaman

2. Nikmati pernapasan

3. Sadari jeda antara napas masuk dan napas keluar dan jeda antara napas keluar dan napas masuk

4. Sadari dan nikmati setiap jeda napas itu

5. Lakukan 5-10 menit


Jika saat jeda napas kamu merasakan bagian tubuhmu yang mungkin sedang terasa tidak nyaman maka peganglah dan bisikkan dengan lembut: alhamdulillahi rabbil alamin

Hanyutlah Dalam Dekapan Arus Kehendak-Nya

#mustamirpedak

Hidup itu seperti berada di arus sungai. Arus sungai yang menuju lautan keabadian. Entah kamu melawan arus atau mengikuti arus hasilnya tetaplah sama, kamu akan tetap tiba di lautan keabadian.

Bedanya adalah...

Jika kamu melawan arus maka kamu tak bisa menikmati indahnya pemandangan kanan kiri sungai. Kamu tak sempat menghayati sejuknya air sungai. Kamu akan capek dan lelah. Bagaimanapun kamu melawan arus sungai itu kamu akan tetap tiba di lautan keabadian. Ketika kamu tiba di lautan ada orang bertanya: "Bagaimana perjalananmu?" Dan dalam lelah kamu menjawab: "Perjalananku sungguh menyakitkan."

Jika kamu menyatu dengan arus sungai, mengikuti tanpa melawan arusnya, maka kamu berkesempatan melihat pemandangan indah sungai itu. Kamu menikmati suara merdu aliran sang sungai. Kamu menikmati sejuknya air sungai. Dan ketika kamu tiba di lautan kamu ditanya: "Bagaimana perjalananmu?" Dengan suka cita kamu menjawab: "Sungguh perjalanan yang indah."

Kamu tidak perlu melawan arus sungai-Nya. Kamu cukup hanyut dan menyatu dalam dekapan arus-Nya.


Dalam bahasa Al-Quran:


اُدْخُلُوْا فِی السِّلْمِ كَافَّةً

Masuklah kamu dalam KEPASRAHAN yang TOTAL

Beradalah delam dekapan Arus Kehendak-Nya


Ciri kepasrahan total itu hilangnya kata "TAPI", "SEANDAINYA" dan "JANGAN-JANGAN".

😊😊



Kehidupan-Kematian

 #mustamirpedak

Saya terkejut ketika istri saya "bersekongkol" dengan murid-murid Ngaji Bahagia menyiapkan acara ulang tahun saya. Tentu saja saya bahagia. Bukan karena acaranya tetapi karena ini adalah ungkapan cinta tulus dari mereka. Memang, kejutan-kejutan, entah kecil atau besar, adalah pupuk berharga bagi keselarasan dan keserasian hubungan. Kejutan-kejutan indah hampir selalu sukses meng-koneksi-kan batin.

Saya mensyukuri 44 tahun kesempatan menghirup udara kehidupan sambil, tentu saja, menyadari semakin dekatnya langkah menuju keabadian. 

Ndelalah, sebelum acara ada tamu dengan keluhan  mencemaskan kematian. Bapak Fulan telah berbulan-bulan cemas tentang kematian sehingga membuat tubuhnya jauh lebih melemah. Saya menceritakan kepada beliau sebuah kisah kematian Nabi Musa as.

Malaikat Izrail diutus Allah mencabut nyawa Nabi Musa. Tetapi Nabi Musa protes: "Bukankah aku ini kekasih Allah dan Allah kekasihku? Mana mungkin Kekasih tega mengambil nyawa kekasih-Nya?"

Malaikat Izrail kembali kepada Allah dan menyampaikan protes Nabi Musa as. Allah lalu berkata: "Katakan kepada Musa: mana mungkin kekasih tidak mau bertemu Kekasihnya?"

Izrail mendatangi Musa meyampaikan pesan Allah itu: mana mungkin kekasih tidak mau bertemu Kekasihnya? Lalu Nabi Musa dengan sukacita meninggal untuk berjumpa Kekasihnya.

Barusan, saat saya menulis ini, Bapak Fulan mengabari bahwa keadaannya membaik.

Iya, entah kita setuju atau tidak tentang acara ulang tahun, ada substansi yang jauh lebih bermakna untuk selalu kita hayati: MENSYUKURI KESEMPATAN HIDUP YANG ALLAH ANUGERAHKAN SAMBIL MENYADARI MENDEKATNYA PINTU GERBANG KEABADIAN.

RIDHA

 #mustamirpedak

Di zaman Nabi ada janda bernama Fatimah binti Qais. Rasulullah menasihatinya untuk menikah dengan Usamah bin Zaid. Awalnya Fatimah tidak mau karena tidak menyukainya. Tetapi Rasulullah tetap menasihatinya untuk menikah dengan Usamah bin Zaid.

Akhirnya Fatimah menikah dengan Usamah bin Zaid. Beberapa waktu kemudian Fatimah berkata bahwa setelah menikah dengan Usamah Allah memberikan limpahan kebaikan padanya hingga bahagia.

(Kisah dalam hadist riwayat Imam Muslim)

Hikmah:

Asal kamu ridha dengan siapapun kamu menikah, entah kamu mencintai atau tidak, kamu akan menerima limpahan kebaikan.

#mustamirpedak

#ngajibahagia


1. Jika dia tampak baik maka kamu mencintainya

2. Jika kamu mencintainya maka dia tampak baik

Yang pertama tidaklah salah tetapi yang ke dua jauh lebih indah

Olahraga Imajinatif

 #mustamirpedak


Ian Robertson, seorang neurolog/ahli saraf, dalam bukunya Opening the Mind's Eye: How Images and Language Teach Us How to See melaporkan sebuah penelitian yang inspiratif.

Ini adalah penelitian untuk mengamati pengaruh latihan fisik yang dilakukan dengan  imajinatif dengan latihan fisik yang sesungguhnya. Latihan ini bertujuan untuk menguatkan otot-otot jari jemari tangan kiri. Latihan ini dilakukan selama 4 minggu dengan frekwensi lima kali setiap minggu. Ada tiga kelompok obyek:

1. Kelompok yang melakukan latihan fisik sungguhan.

2. Kelompok yang melakukan latihan fisik imajinatif (hanya berimajinasi atau membayangkan saja)

3. Kelompok kontrol yang tidak melakukan apa-apa.

Luar biasa hasilnya. Kelompok 1 mengalami peningkatan kekuatan jari sebesar 30 persen. Kelompok 3 meningkat 3,7 persen. Yang luar biasa adalah kelompok 2 yang mengalami peningkatan kekuatan sebesar 22 persen. Subhanallah.

Dalam penutupnya Ian Robertson berkata: kekuatan fisik berada dalam tubuh dan pikiran tetapi sebagian besar ada dalam pikiran. Jadi untuk meningkatkan kualitas tubuh Anda, Anda tidak harus memerlukan latihan tubuh Anda.

Ini bukan berarti saya menyepelekan latihan fisik sesungguhnya tetapi untuk mendapatkan kualitas tubuh yang bagus kita bisa dibantu dengan mengolah pikiran.

Penelitian ini menjadi salah satu dasar teknik yang akan kita pelajari dalam WORKSHOP BERAT BADAN IDEAL.


Rasa Bersalah dan Problem Paru

#mustamirpedak

Seorang bapak lama berkonflik dengan bapaknya karena persoalan pemahaman (khilafiyah) dalam fiqh. Dahulu, ketika bapaknya masih hidup, si bapak sering berdebat tentang hukum amalan tertentu. Tak jarang konflik itu menjurus perdebatan panas.

10 tahun yang lalu bapak dari bapak itu meninggal dunia. Rasa bersalah menyelimuti hati si bapak. Bertahun-tahun si bapak dihantui rasa bersalah. Setiap habis shalat si bapak tidak pernah putus mendoakan bapaknya itu tetapi rasa bersalah terus menyiksanya.

Beberapa tahun kemudian si bapak sering merasa dadanya penuh, sesak napas dan batuk. Bahkan beberapa bulan yang lalu didiagnosa dokter sebagai PPOK (Penyakit Paru Obstruksi Kronis). Si Bapak sering sekali sesak dan seperti hilang kesadaran. Dan sangat sulit tidur.

Beberapa minggu yang lalu saya diminta meruqyah si bapak itu. Saya sampaikan bahwa rasa bersalah itu mungkin baik tetapi keyakinan kepada maha pengampunnya Allah juga harus dipegang teguh. Manusia tidak perlu hanyut dalam rasa bersalah karena Allah Maha Pengampun. Manusia juga tidak perlu hanyut dalam rasa benar karena Allahlah Yang Maha Benar. Tepatkan dosis rasa salahmu dan rasa benarmu.

Saya menasihati si bapak untuk membaca ayat: alam nasyrah laka shadraka (bukankah telah Kami lapangkan dadamu) dst (QS Insyirah). Saat membaca itu letakkan tangan di dada untuk merasakan getaran di dada. Sambil menyadari getaran di dada itu yakini bahwa Allah melapangkan dadanya.

Beberapa hari sesudah itu si bapak mengabari keadaannya sudah sangat membaik: tidak sesak lagi dan tidur bisa lebih pulas.


Komen: Inspiratif dan Solutif Ustadz..

Gerak Tubuh di Luar Kontrol dan Silaturahmi ke Dalam Diri

#mustamirpedak


Habis shalat isya saya kedatangan rombongan: 7 laki-laki dan satu perempuan. Perempuan itu, 22 tahun, mengalami gangguan unik. Bibirnya bergerak tanpa bisa dikendalikan: merot, mecucu, meringis dan menjulurkan lidah. Kedua kakinya seperti bergetar. Saya cek nadinya sangat cepat: lebih dari 100 kali per menit.

Dugaan saya ini adalah tardif diskinesia. Ini dugaan, bisa jadi salah. Biasanya gangguan seperti ini dikarenakan seringnya minum obat penenang, narkoba atau obat-obat sakit lambung.

Ceritanya begini. Setelah ujian skripsi secara daring, Si Mbak dan teman-temannya rekreasi di sebuah tempat wisata di Ungaran. Dalam perjalanan pulang tiba-tiba mulut si mbak itu bergerak di luar kontrol. Sesampainya di kos, kurang lebih jam 17.00, sempat membaik tetapi kemudian kambuh lagi setelah tiba-tiba Si Mbak makan bunga (bunga beneran). Kali ini lebih parah karena kedua kakinya juga bergerak tanpa kontrol. Lalu oleh temannya dibawa ke rumah saya.

Setelah dengan susah payah membawa si mbak di ruang perawatan saya berikhtiyar menolongnya. Saya bacakan ayat-ayat Al-Quran. Si Mbak bisa sedikit tenang. Nadinya mulai melambat. Ini tanda ketegangannya menurun. Beberapa titik akupoin dipijat untuk menselaraskan energinya. Hampir 40 menit saya menerapinya dan, atas kehendak Allah, mbaknya bisa normal kembali.

Berikut ini adalah inti cerita saya ini. Setelah membaik saya ajak Si Mbak ngobrol-ngobrol santai. Si Mbak menceritakan kisah hidupnya.

Si Mbak dibesarkan dalam keluarga broken home. Bapak ibunya bercerai sejak dia 5 tahun. Dia tinggal dengan ibu yang, menurut si mbak, kejam. Dia sering disakiti. Intinya, komunikasinya dengan bapak ibunya sangatlah buruk. 

Si Mbak merasa bahwa hidupnya terombang-ambing. Dia kekurangan kasih sayang orangtuanya. Dia merasa tidak berdaya. Si Mbak sering stres dan melakukan hal-hal buruk yang sebenarnya dia tidak inginkan. Dia merasa tidak berdaya mengontrol dirinya.

Saya menduga keyakinannya, bahwa dia tidak bisa mengontrol dirinya, ikut andil memicu gangguan yang dialaminya yakni gerak tubuh yang tidak terkontrol.

Pesan: berlatihlah mengontrol pikiran, perasaan, dan tubuhnu sendiri. Salah satu cara mengontrol tubuh adalah dengan kedamaian hatimu dan sering-sering berkomunikasi dengan tubuhmu. Dengarkanlah tubuhmu agar kamu selaras dengannya. Jagalah silaturahmi dengan tubuhmu agar tubuhmu tidak memusuhi dan melawanmu.


Tanya: itu masuk penyakit psikosomatis pak?

Jawab: Saya termasuk yang mempercayai bahwa 90% masalah kesehatan adalah psikosomatis. Termasuk ini, Mas...

Tanya: cerita diatas kenapa ada kejadiam maem kembang pak Mus  ?

Jawab: Memang ceritanya begitu, Pak...

😁😁

Ikhtiyar Aman di Perjalanan

#mustamirpedak


Setiap ada kabar kecelakaan saya selalu ingin mengulang tips berikut ini agar aman di perjalanan:

1. Berdoa

2. Bayangkan kamu sudah sampai di tempat tujuan.

Misalnya: kamu mau pulang ke Demak, saat kamu mau berangkat bayangkan kamu sudah sampai di rumah, ketemu keluarga, dan ucapkan alhamdulillah.


Dengan membayangkan sudah sampai ke tempat tujuan sebenarnya kita sedang mengaktifkan seluruh kesadaran kita menuju tempat tujuan dg aman.

Sing Rukun

#mustamirpedak

Saya tidak membahas rukunmu dengan tetangga, teman, atau keluargamu. Saya sedang membahas rukunmu dengan tubuh, pikiran, dan perasaanmu sendiri.

Tahukah kamu bahwa hal-hal yang menurutmu negatif (sakit, bingung, cemas, atau marah) itu terjadi karena kamu belun rukun dengan tubuh, pikiran, dan perasaanmu. 

Jika kamu tidak rukun dengan tanganmu maka tanganmu akan sering memberontak dalam wujud nyeri, kaku, atau tegang. Jika kamu tidak rukun dengan otakmu maka otakmu akan memberontak dalam wujud bingung atau gagal fokus.

Jika kamu tidak rukun dengan pikiran dan perasaanmu maka muncullah kecemasan, kekhawatiran, kemarahan, dan lain-lain.

Ketidakrukunanmu dengan tubuh, pikiran, dan perasaanmu hanya akan menimbulkan konflik-konflik dan pemberontakan-pemberontakan yang mewujud dalam ketidaknyamanan-ketidaknyamananmu.

Belum tibakah saatnya kamu rukun dengan tubuh, pikiran, dan perasaanmu sendiri?


Komen: Yang paling susah adalah rukun dg pikiran ustadz..

Jawab: Awali dg sering tersenyum kepada pikiran, Mbak

Tanggapan: Tersenyum dg karunia Allah hari ini ya tadz?

Terima yg suka dan duka.. 

Dg menertawakan diri itu sehat 🤭🤭

Thursday, February 11, 2021

Ingin Baik Belum Tentu Berakibat Baik

#mustamirpedak


Catatan: nasihat dalam tulisan ini belum tentu cocok untuk semua orang.

Seorang ibu mengalami susah tidur beberapa bulan ini. Awalnya takut mati dan masuk neraka. Beliau merasa belum siap mati karena masih banyak dosa.

Lalu Si Ibu ingin banget memperbaiki ibadahnya terutama shalat sebagaimana nasihat di Guru Youtubenya. Beliau berusaha shalat dengan khusyuk tetapi tidak juga bisa. Si Ibu semakin cemas karena mendengar dari Ustadz Youtube bahwa kelak di akhirat ibadah yang dinilai pertama dan paling utama adalah SHALAT.

Namun, semakin Si Ibu ingin khusyuk semakin tidak bisa khusyuk. Beliau semakin gelisah dan lambat laun mengganggu tidurnya. Dokter syaraf, dokter penyakit dalam, psikiater sampai ke psikolog dimintai tolong agar bisa tidur seperti dulu. Tetapi justru kecemasannya semakin berat dan bahkan memunculkan problem kesehatan yang lain: lambung perih, tensi naik, kolesterol pun ikut-ikutan naik.

Ketika bertemu saya, saya menasihati beliau kurang lebih begini: "Keinginan Ibu untuk shalat khusyuk itu baik. Baik sekali bahkan. Tetapi keinginan itu jangan sampai menghilangkan rasa syukur dalam hati. Ibu lupa bersyukur bahwa ibu sudah mau dan bisa shalat. Bukankah mau shalat dan bisa shalat itu sebuah anugerah agung dari-Nya?"


Si Ibu menangis. Lalu saya bacakan Al-Quran...

Si Ibu tertidur...pulaaas sekali...

Murid Yang Ingin Sakti

#mustamirpedak

Seorang murid memilki cita-cita menjadi Kyai Sakti. Bermacam guru yang terkenal sakti didatangi demi mendapat ijazah kesaktian. Konon, dia benar-benar menjadi sakti. Bisa terbang, berjalan di atas air, dan keanehan-keanehan yang lain. 

Namun ada satu kasaktian yang belum dia punyai: ingin bisa menghilang. Belum ada guru yang bisa mengajarinya menghilang. Dia merasa kesaktiannya belum sempurna sebelum dia bisa menghilang.

Oleh gurunya dia ditunjukkan, "Di Desa Barantah ada guru yang hebat. Hanya dia yang bisa mengajarimu ilmu menghilang. Kau harus menemuinya agar ilmumu benar-benar sempurna."

Singkat cerita bertemulah dia dengan Sang Guru yang konon hebat dan pilih tanding itu. Diutarakanlah maksud kedatangannya, "Guru, tolong ajari saya ilmu menghilang." Sang Guru tersenyum, "Kamu serius?" Dengan mantap dia mengangguk. "Baiklah. Kamu harus mandi setiap jam 3 pagi 40 hari berturut-turut," kata Sang Guru. Si Murid itu pun bertekad memenuhi syarat itu.

Karena begitu menggebunya dia ingin ilmu sakti itu maka mudah saja dia melakukan syarat Sang Guru itu. Di hari ke 40 dia menagih janji Sang Guru, "Syarat disyaratkan sudah saya penuhi, Guru. Mohon Guru memberi saya ijazah agar bisa menghilang."

"Baik. Setiap kamu ingin menghilang kamu membaca mantra ini: menghilanglah 44 kali. Syaratnya saat membaca menghilanglah itu kamu tidak boleh ingat dompetmu. Camkan itu baik-baik!!"

Si Murid sumringah. Tak diduganya ilmu menghilang ternyata semudah itu.

Pulanglah dia ke kampung halamannya. Malam harinya dicobanya mantra dari gurunya itu. Dia merasa itu mudah: hanya mengucapkan "menghilanglah" 44 kali dan jangan ingat dompet. Anehnya, setiap dia mengucapkan mantra itu justru dia mengingat dompet. Semakin dicoba melupakan dompet itu semakin dia mengingat dompet itu.

Tidak patah arang Si Murid mencobanya. Tetapi semakin dia ingin mencoba justru dompetlah yang selalu diingatnya. Bingunglah dia. Dan tentu saja semakin dia bingung maka "dompet" malah hadir di pikirannya. Dan kini bahkan di manapun dia memandang yang terlihat adalah dompet. Dan akhirnya Si Murid itupun gila.


Hikmah:

Tulisan yang agak panjang ini sebenarnya saya hanya mau mengatakan hukum pikiran bahwa: SEMAKIN KAMU INGIN MELUPAKAN SESUATU MAKA KAMU AKAN SEMAKIN INGAT.

Semakin kamu ingin melupakan masalahmu maka kamu akan semakin ingat dan tentu saja kamu akan semakin tersiksa.

😊😊😊😊😊

Mencari di Mana?

Si Bahlul kehilangan cincin peraknya. Dia mencarinya di halaman rumahnya. Ada orang bertanya kepadanya, "Sedang apa, Lul?" 

"Ini sedang mencari cincinku yang hilang"

"Memangnya hilang di mana?"

"Tadi jatuh di kamarku."

"Lha bagaimana kamu itu? Lha jatuh si kamar kok dicari di halaman."

"Kamarku gelap lampunya mati. Di sini terang benderang. Kan lebih mudah mencari di tempat yang terang daripada yang gelap?"

"Dasar Bahlul!!!" 


Sekarang itu yang terjadi. Kita mencari obat terlalu jauh di luar sana padahal obat itu sangat dekat dengan diri sendiri.


#mustamirpedak

Sudahkah Kau Lihat Hatimu?

Sayyidina Ali bertempur dengan seorang tentara musuh. Si musuh terdesak dan pedang Sayyidina Ali sudah siap melukai musuhnya itu. Tiba-tiba si musuh meludahi beliau. Beliau lalu pergi menjauh dari musuhnya itu.


Sahabat yang lain bertanya: kenapa engkau pergi pada saat hampir mengalahkannya?

Beliau menjawab: sebelumnya aku bertempur dengan keikhlasan hati. Setelah dia meludahiku aku bertempur karena kemarahanku.


Para kekasih-Nya, bahkan dalam perangpun, selalu memperhatikan hatinya.

Lihatlah hatimu!! Sekarang!!


#mustamirpedak

#ngajibahagia

Guyon dengan Pasangan

Nasihat pernikahan dari Nabi Saw

 يَاجَابِرُ هَلَّا بِكْرًا تُضَاحِكُهَا وَ تُضَاحِكُكَ

(Wahai Jabir mengapa kamu tidak nenikah dengan seorang gadis sehingga kamu bisa GUYON/BERCANDA dengannya dan dia GUYON/BERCANDA denganmu?)

Sudahkah kamu guyon dan bercanda dengan istri/suamimu hari ini?

Sebentar lagi guyon...😁

Komen: Hehehe... aamiin

Komen 1: Kalau hari kerja agak sulit

/Waktu terasa sedikit bersama pasangan

 Pagi: suami sibuk ini-itu sebelum ninggalin rumah

Sore/malam: udah capek & dia butuh me time dengan gadget nya

Giliran si dia sempet guyon...malah lebih mengarah body shaming...khan bikin illfeel (ndilalah pas lagi sensi) 😅🤭

Ada contoh guyon yang 'sehat' bagi kedua belah pihak?


Komen 2: Alhamdulillah saya tiap hari InsyaAllah bisa guyon, bisa ngantor bareng sambil momong....

Komen 3: Alhamdulillah sy bisa guyon walaupun cuma lewat VC suami jauh.


Komen 1: Bisa guyon sepertinya tanda keadaan yang relax yaa...

tidak sedang spaneng 🤭, tidak banyak kerjaan, tidak capek, tidak diburu-buru waktu

Mungkin sebelum bisa guyon...PR kami membuat relax masing-masing dulu

 Btw bagi laki-laki saat paling relax tapi ngga sampai jadi ngantuk banget (masih bisa diajak komunikasi dengan sadar & nyaman) kapan sih?

Dan apakah guyon itu sesuatu yang harus disengaja atau mengalir begitu aja?


Jawab: Contoh guyon hari ini

Saya: (Sampai MAJT Ngebel istri)

Istri: Ada apa, Yah?

Saya: Nggak apa-apa. Cuma kangen.

Istri: Hallah, lebai!!

😁😁😁😁

Sekian


Komen 1: Gitu yaa...

Alhamdulillah istri Pak Mus ngga marah...

Bisa jadi bagi istri yang lagi sibuk (mesti nyelesaikan segera ini-itu) malah ngerasa terganggu.

Duh, bisa guyon yang menyehatkan kedua belah pihak emang butuh seni & jam terbang.

😁😁😁


Komen 4: Simple bgt .. dan g usah mikir dl ternyata ya.. 😁😁

Komen 1: Di perhatikan suami kan mlh seneng bu...knp mesti marah...😁

Soalnya lagi serius 😅

Ngajak guyonnya ngga pas waktunya


Komen 5:  Kl laki-laki pegang gadget/laptop/ nonton TV  , biasanya pasti ga dengar kl diajak bicara....🤭 Single task  katanya .... Tapi sy memang gitu juga .

Kl Wanita multitask...

Komen 1: Iyaa betul...

Makanya saya biarkan dulu ia asyik dengan gadgetnya...baru kalau ia butuh saya datang kepadanya...baru saya mendekat.

Komen 5: Baru momong lri lari ambil HP ...😁

Komen 1: Saya ngga mau mengganggu me time nya

: Di coba dulu bu. Biar sehat. Awal mungkin terganggu. Kalo udah terbiasa malah ditunggu tunggu

: Ternyata ... Guyon itu susah ....😀

: Hehehe...udah biasa ngga guyon kayaknya ini🤭

: Diguyoni malah aneh 😅

: 😂

: Saya malah lebih bisa guyon dengan Bapak saya (kalau pulang kampung)

Contoh 2:

: 👷‍♂️ ; Adek kalo pake jilbab ini kok makin cantik ya. 

🧕🏻 ; Masa sih... 

👷‍♂️ ; Iya beneran.. 

🧕🏻 ; Foto yuuuuuk 📸📸📸


Komen 1: Entah kenapa...materi guyonan terasa garing... sepertinya pikiran & perasaan saya perlu 'dibenerin' dulu deh 😅

: #lagi PMS

: Me time nya sebaiknya dengan pasangannya ...

: 😄


: Jika rasa memiliki terlalu lemah guyon semakin susah.

Jika rasa memiliki terlalu kuat guyon pun semakin susah.

: Jadi ketika guyon terasa sulit lihatlah RASA MEMILIKIMU!

#mustamirpedak


Komen 7: Saya kalo anak cemberut aja juga ga suka ouk.ustz..pokoknya kalo anak minta APA pun harus syarat utamaa senyum dulu..misalkan buk mintak uang nya...senyumnya mana kak...☺️☺️☺️

gtu gpp ya ustz?


Jawab: Saat hatimu damai maka orang-orang di sekitarmu cenderung lebih mudah damai...


: Buruknya hubungan hampir selalu diawali karena terlalu fokus ingin mengubah orang lain.

: Dan...

Fokus mengubah orang lain itu biasanya karena dirinya merasa sudah benar.

: Matur suwun ustadz ☺️


Komen 8: Sy ajak  guyon nya di pagi hari sambil sy masak,lebih ke mengusili suami (sy suka usil).....hasilnya suami kesel sambil blg,"waktunya tdk tepat" ...... 😞

Suami maunya guyon nya mlm saat sy sdh kehabisan tenaga stlh seharian nerapi




 Tema malam ini: GUYONLAH DI RUMAHMU!

Wednesday, February 10, 2021

Mukjizat Pengalaman Sehari-Hari

 "Mukjizat" Pengalaman Sehari-Hari

#mustamirpedak


Saya menduga Anda semua pernah mengalami pengalaman, minimal mirip, berikut ini. Anda kehilangan, tepatnya lupa, jam, buku, polpen, atau benda yang lain. Anda sudah dengan serius mencarinya tapi tidak juga ketemu. Ketika Anda semakin serius, bahkan cenderung tegang, tidak juga ketemu. Akhirnya Anda menyerah.

Beberapa jam atau beberapa hari kemudian saat Anda tidak memikirkannya lagi tiba-tiba "ting" Anda ingat di mana benda itu Anda letakkan. Atau saat Anda sedang membuka-buka sesuatu tanpa sengaja Anda menemukan benda yang hilang itu padahal kemarin Anda sudah mengacak-acak tempat itu. Rupanya keseriusan Anda itu, tepatnya ketegangan Anda itu, telah "membutakan" mata Anda kemarin.

Hadirin, saya anggap kamu benar-benar hadir di hadapan saya, sesungguhnya di dalam dirimu ada potensi luar biasa. Di dalam dirimu sudah ada jalan keluar dari masalah-masalah hidupmu. Sayangnya, kamu terlalu serius dan tegang sehingga potensi hebat itu seperti hilang dari dalam dirimu.

Sesungguhnya ketenangan, bahasa agamanya: thumakninah, adalah pintu gerbang dari penyelesaian masalah-masalah hidupmu. Jika pikiran dan perasaanmu damai maka potensi hebat dalam dirimu akan keluar. Bahkan kadang-kadamg secara OTOMATIS.

Sampai kapan kamu tegang dan terlalu serius??


komen: 🙏

tanggapan: leres pak, terlalu serius malah seringnya jadi blank

komen: Jawabanya sdh didepan mata ternyata

tanggapan: Leresss pak ustad tegang menunggu orderan ta juga kunjung dipanggil patien😅😅mendingan dialihkan ikhtiar lain Saja..ting..patien datang demgan sendirinya tanpa disangka dari MMT yg dipasang dengan ikhtiar tadi☺️🤭🤲

Tentang Rasa Sakit

#mustamirpedak


Saya ingin cerita dua hal.

Pertama.

Sewaktu kecil dulu bapak saya, mungkin juga bapakmu, saat kita jatuh beliau berkata: "Ke mana kodoknya lari?" Seketika kita tidak jadi menangis karena pikiran kita diajak mencari kodok yang lari. Rasa sakit itu seperti hilang tertutupi oleh pencarian kodok. Kini kita tahu bahwa kodok itu fiktif belaka.


Kedua.

Ibu-ibu di desa yang setengah baya bekerja sedemikian kerasnya. Bangun sebelum subuh hingga adzan subuh lalu memasak untuk sarapan anak-anaknya. Setelah shalat mencuci atau menyapu hingga terbit matahari. Lalu ke sawah atau ladang untuk menanam dan memelihara tanaman.

Menjelang siang pulang. Mungkin masak atau melakukan pekerjaan lain.

Menjelang Ashar kembali ke sawah atau ladang. Pulang ketika matahari menjelang terbenam. Sesampai rumah merapikan dan membersihkan rumah yang berantakan akibat ulah anak-anaknya. Sehabis maghrib mengawasi anak-anaknya belajar sambil melakukan pekerjaan yang belum terselesaikan: nglempit pakaian atau menyetrika. Hingga tidur setelah suami dan anak-anaknya telah tidur lelap beberapa waktu sebelumnya. Itu terus berulang bertahun-tahun lamanya.

Pertanyaannya: di manakah rasa lelah Sang Ibu itu? Seharusnya dia lelah selelah-lelahnya atau bahkan jatuh sakit. Salah satu jawabannya: rasa lelah dan sakit itu meleleh oleh cinta suci kepada keluarganya. Rasa sakit itu menguap ke langit dihantarkan oleh rindunya kepada ridha Sang Penguasa Langit. Atau rasa sakit itu tenggelam dalam dekapan tanah keikhlasannya.

Jika kamu masih merasakan rasa sakit ada baiknya kamu belajar "mencari kodok" atau belajar kepada ibu itu untuk memurnikan cintamu.

Jika kamu terus fokus kepada sakitmu maka rasa sakit itu akan terus menindasmu.

"Carilah kodok!" artinya: lakukan aktifitas untuk nyelimurke fokusmu kepada rasa sakit. Atau dengan memurnikan cinta!!


Komen: Super sekali Ustadz mengingatkan hal sederhana, yg harusnya kita lakukan 🙏🙏


Ini contoh menumbuhkan rasa syukur melalui perbaikan susunan bahasa.

Saat susunan bahasa diubah maka membantu mengubah emosi menjadi lebih positif.

Ketika emosi lebih positif maka nikmat-nikmat Allah yang lain akan bertambah banyak. Sebagaimana janji-Nya: jika kamu bersyukur maka akan Aku tambah nikmat-Ku kepadamu.


Komen: Alhamdhulilah niki diparingi sakit wojo pak mus....

Tanggapan: Kumur pakai air garam panas beberapa kali insyaallah berkurang sakitnya 

Lebih bagus pakai garam krosok


Tanya: pak Mus. ada tulisan atau perkataan bahwa kita jika ingin menjadi pemimpin harus dihadapkan kenyataan bahwa kita tidak bisa menyenangkan semua pihak. apakah memang seperti itu pak? misal dalam kehidupan keluarga, rumah tangga, bertetangga sampai bersosial di luar. sedangkan pada dasarnya tidak ingin semuanya ada yg salah mesalahkan. maturnuwun 🙏🏼

Jawab: Setelah hati damai, melakukan hal-hal baik semampunya, setelahnya tidaklah dalam kendali kita. 

Setelah hatimu damai, melakukan hal-hal baik semampunya, maka terimalah respon dari luar sebagai wahana pendidikan hati...

Tanya: Menikmati realisatas apa juga merupakan salah satu bentuk syukur pak Mus ?

Jawab: Benar, Mbak...

Minimal nikmati realitas terdekat kita yakni napas kita...

Nikmatilah napas...

 Ketakutan² dan semacamnya adalah akibat imajinasi² yang kamu buat sendiri yang seakan-akan benar² nyata.

#mustamirpedak

Berdoa bukanlah untuk mengubah Tuhan. Berdoa adalah untuk mengubah si pendoa itu sendiri

Pikiran negatifmu adalah magnet bagi energi negatif semesta.

Maka semakin takut kamu dengan sesuatu maka sesuatu itu semakin mendekatimu.

#mustamirpedak

Jika kamu berada dalam kedamaian maka pikiran cerdasmu, TANPA KAMU SADARI, akan menemukan penyelesaian masalahmu dan atau menyembuhkan luka-lukamu

#mustamirpedak


 Dan...

Kamu (seharusnya) menemukan kedamaian dalam shalatmu...

Karena itulah Dia Yang Maha Menyelesaikan Masalah dan  Maha Menyembuhkan berpesan indah:

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ

Meminta tolonglah dengan sabar dan SHALAT

Tak Perlu Menilai

#mustamirpedak


Beberapa minggu lalu ada operasi lalu lintas di jalan yang saya lewati. Dan saya termasuk yang dihentikan. Saya tenang saja karena surat-surat lengkap. Eh... ternyata saya nggak bawa dompet artinya nggak bawa KTP, STNK dan SIM. Hahaha...

Karena nggak bawa surat-surat apapun Pak Polisi meminta kunci motor saya. Tentu saja saya berikan karena saya sadar saya salah. Pak polisi bilang kalau motor saya akan dibawa dan baru bisa diambil beberapa minggu lagi. 

Saya telepon istri saya untuk mengantarkan dompet. Saya bilang ke Pak Polisi untuk menunggu istri saya. Biar nanti yang disita STNK atau SIM saja.

Saat apapun tetaplah damai walaupun tentu tetap berikhtiyar sebaik-baiknya. Tidak perlu saya berusaha menyogok Pak Polisi. Tetaplah damai walaupun ada keinginan-keinginan. Pikiran saya saat itu, ini yang paling penting, apapun yang akan terjadi tidaklah baik atau buruk. Ditilang tidaklah baik atau buruk. Misalnya motor disita tidaklah baik atau buruk. STNK atau SIM disita tidaklah baik atau buruk. Kejadian apapun adalah NETRAL. Baik dan buruknya tergantung kualitas hatimu.

Anehnya, Pak Polisi mendekati saya: ini Mas kuncinya, silahkan lanjutkan perjalanan.

Sebenarnya saya agak kaget. Saya segera melanjutkan perjalanan sambil bertanya-tanya apa yang dipikirkan Pak Polisi itu?


Tanya: Apakah poin nya bersikap tenang ustad untuk menhadapi masalah gitu?

Jawab: Nggih, Bu

Dan tenang itu muncul otomatis saat kita tidak menilai realitas

Jika kita menilai realitas itu baik maka kita jadi takut tidak terjadi

Jika kira menilai *)realitas itu buruk maka kita jadi takut jika terjadi.


Tanya: prinsipnya melatih untuk tidak cemas dan khawatir ya pak?, wah latihan jadi wali ini kita

Komen: dalam menghadapi suatu masalah kita eh saya terbiasa kemrungsung dg memikirkan hal yg paling buruk utk memperkirakan sikap yg harus dilakukan jika kemungkinan terburuk itu trjadi pak.waspada istilh halusnya..setelah menyimak dan belajar memahami agak sdkit terbantu tenang, netral menghadapi semua kemungkinan yg memang tidak pasti itu pak..berusaha, dan harus bisa..nuwun nggih pak..menginspirasi

Tanggapan: Jadi ingat kejadian 2 tahun lalu,Sy prnh alami kejadian mirip,dompet sy bw tp STNK tdk krn hbs dipake ayah sy lupa blm dikmblikan, sm Pak Polisi sy dilepaskan (tdk ditilang) sambil berpesan hati2 ya,Bu bawaannya byk......

Tanggapan: Jika vibrasi dari hati dan atau gelombang otak kita positif maka kembalinya positif, begitu juga sebaliknya jika vibrasi dari hati dan atau gelombang otak kita negatif maka kembalinya negatif 🤔



Jika kamu berada dalam kedamaian maka pikiran cerdasmu, TANPA KAMU SADARI, akan menemukan penyelesaian masalahmu dan atau menyembuhkan luka-lukamu


#mustamirpedak

Dan...

Kamu (seharusnya) menemukan kedamaian dalam shalatmu...

Karena itulah Dia Yang Maha Menyelesaikan Masalah dan  Maha Menyembuhkan berpesan indah:


وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ

Meminta tolonglah dengan sabar dan SHALAT

Fleksibilitas Strategi

Seorang anak ogah makan sayur. Ibunya merayunya dengan, "Adik sudah gedhe kok jadi senang makan sayur." Tapi tak juga Si Anak mau makan sayur. Si Ayah melihat strategi istrinya gagal. Dia mencoba cara lain.

Dengan berpura-pura marah dia berkata kepada anaknya, "Kamu masih kecil jadi tidak boleh makan sayur!" Seperti yang diharapkan anaknya bereaksi, "Aku sudah besar!" Si Ibu mendukung si anak, "Adik sudah gedhe, Ayah!" Masih bersandiwara sang Ayah berkata, "Nggak dia masih kecil. Kalau sudah gedhe pasti sudah makan sayur!" Si Anak bereaksi, "Mana sayurnya, Bunda? Aku mau makan sayur yang banyak!"


Hehe... Jika strategimu gagal kamu sebaiknya segera memikirkan strategi lain.


Komen: Wah, ternyata ustadz ahli strategi juga..

Kekuatan Kata-Kata



Tanya: Ngapunten nyuwun penjelasan pak Mus ... Matur nuwun

Jawab: Ini contohnya, Pak

Kekuatan Kata-kata

(Saya nukil dari buku tulisan Robert Frager berjudul Heart, Self and Soul: The Sufi Psychology of Growth, Balance, and Harmony. Robert Frager adalah seorang guru sufi dan guru besar psikologi di Institute of Tranpersonal Psychology, California)

Seorang pria kaya dan terhormat mengundang beberapa tamu penting pada sebuah jamuan makan malam, termasuk seorang syekh yang terkenal dengan kemampuan menyembuhkan, dan juga seorang menteri kesehatan, yakni seorang dokter jenius yang memperoleh pendidikan di luar negeri.

Setelah selesai makan malam, putri sang tuan rumah tetiba merasa pusing dan harus dibaringkan di atas tempat tidur. Tuan rumah meminta sang syekh berdoa untuk sang putri. Sang syekh pun mengucapkan doa memohon kesembuhan.

Hal ini membuat kesal menteri kesehatan, yang kemudian menggerutu bahwa kata-kata doa semacam itu tidaklah berguna. "Zaman sekarang kita memiliki vitamin, obat-obatan modern, dan cara ilmiah lainnya untuk menyembuhkan penyakit. Doa semacam itu hanyalah kata-kata yang tidak berguna dan menghambat kemajuan!"

Sang syekh menoleh kepada sang menteri dan berkata, "Aku merasa aneh, mengapa orang bodoh seperti ini bisa menjadi seorang dokter bahkan terpilih jadi menteri kesehatan." Sang menteri menjadi kalap dan marah. Wajahnya merah padam.

Lalu dengan nada suara yang lembut dan sopan, sang syekh segera berkata, "Tuan Menteri, maafkan saya. Saya mengucapkan kata-kata hinaan tadi karena ingin menjelaskan sesuatu. Lihatlah bagaimana wajah Anda menjadi merah, pembuluh darah Anda melebar, jantung Anda berdegup kencang, dan laju adrenalin Anda meningkat. Semua itu hanya disebabkan oleh kata-kata. Jika kata-kata duniawi dapat menyebabkan perubahan fisik seperti itu maka bagaimana dengan kata-kata-Nya di dalam Kitab Suci?"


#mustamirpedak


Komen:

Maturnuwun Pak Mus 🙏🏻👍🏻🥺

Sabda kanjeng Rasul, "berkatalah yang baik atau diam"

Dalam Firman Allah Surat ke 50 (Qaf) ayat 18 disebutkan: 

"Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir."

MasyaAllah...

Merasakan Keinginan

#mustamirpedak

Keinginan itu bawaan lahir. Selama kamu hidup akan selalu ada keinginan. Bahkan ingin tidak punya keinginan itu juga keinginan. Keinginan selalu melekat dengan kehidupan.

Jadi kamu tidak perlu takut apa lagi jengkel terhadap keinginan. Kamu hanya cukup berdamai dengan keinginan-keinginanmu. Kamu hanya perlu memperindah keinginanmu saja.

Salah satu cara penting untuk memperindah keinginanmu adalah dengan merasakan keinginan. Saat kau memiliki keinginan apa yang kau rasakan dengan keinginan itu? Jika keinginan itu membuatmu cemas dan takut maka keinginanmu harus dikoreksi. Jika keinginan itu membuatmu bergairah dan bersemangat maka keinginanmu patut diapresiasi.

Misalnya keinginan berat badan ideal. Jika keinginan itu justru membuatmu marah, cemas, atau jengkel maka kamu perlu koreksi keinginan itu. Jika keinginan itu membuatmu semangat dan bersuka cita maka itu keinginan yang layak kamu perjuangkan.

Demikian juga keinginan-keinginan yang lain. Keinginan itu indah jika saat kamu menyebutnya maka energimu bertambah: lebih tangguh, lebih bersemangat, lebih mudah tersenyum.

Sekarang sebut keinginanmu dan rasakan apa yang kau rasakan di pikiran, perasaan, dan tubuhmu!

Mental Distancing

#mustamirpedak

Istilah social distancing menjadi sangat populer karena menjadi salah satu strategi mencegah mewabahnya virus (baca: corona). Intinya adalah kita menjaga jarak ketika berinteraksi dengan orang lain.

Nah, sebenarnya ini juga berlaku dalam kaitan "wabah" emosi. Emosi kita mewabah merasuki seluruh elemen psikis dan fisik kita. Misalnya, saat takut maka virus takut itu mewabah ke kepala kita sehingga pusing, ke dada kira sehingga sesak, atau ke sendi-sendi sehgga terasa ngilu. Demikian juga emosi-emosi yang lain.

Nah, saya punya teknik untuk mencegah mewabahnya virus emosi itu dalam diri kita. Agar kedengeran keren saya beri nama mental distancing.

Kesalahan terbesar kita adalah terlalu dekatnya aku kita dengan mental kita. Bahkan saking dekatnya sering kali menyatu. Kita tidak menyadari lagi antara aku dan mentalku. Jika antara aku dan mentalku ini terlalu dekat maka si aku mudah tertular negatifitas dari mentalku. Apalagi jika antara aku dan mentalku itu menyatu maka negatifitas itu dengan tanpa jeda langsung merusak aku.

Nah, di sinilah pentingnya kita melakukan mental distancing. Caranya adalah dengan cara mengawasi mentalku itu. Kalau perlu imajinasikan mentalku itu dalam layar televisi lalu aku mengawasi mentalku. Lakukan beberapa menit maka negatifitas mentalku tidak akan mengganggu aku.


Menjadi Saksi

Tanpa sadari kamu menganggap tubuhmu adalah kamu. Kamu menganggap perasaanmu adalah kamu atau bahkan menganggap pikiranmu adalah kamu.

Akhirnya kamu terpenjara dalam tubuhmu, perasaanmu dan pikiranmu. Inilah sumber malapetaka dan penderitaan panjangmu.

Kamu harus sadar bahwa kamu bukanlah tubuhmu, bukanlah perasaanmu dan bukanlah pikiranmu. Kamu adalah kamu.

Maka jadilah saksi bagi tubuhmu, perasaanmu, dan pikiranmu sebelum mereka kelak menjadi saksimu di hadapan-Nya. Saksikan apa yang mereka lakukan. Amatilah gerak gerik mereka. Dengarkan suara-suara mereka. Rasakan sensasi-sensasi mereka. Prinsipnya adalah SADARILAH!

Setiap pagi kumpulkan mereka dan suruh mereka mendengarkanmu:

1. Wahai tubuhku, hari ini aku akan menyaksikan gerak gerikmu. Tuhan menitipkanmu kepadaku untuk membantuku maka bantulah aku.

2. Wahai perasaanku, hari ini aku akan menyaksikan gerak gerikmu. Tuhan

menitipkanmu kepadaku untuk membantuku maka bantulah aku.

3. Wahai pikiranku, hari ini aku akan menyaksikan gerak gerikmu. Tuhan menitipkanmu kepadaku untuk membantuku maka bantulah aku.

Kepada Siapa Kamu Bergantung?

Kisah Tentang Kepada Siapa Kamu Bergantung?


Nabi Musa merasakan sakit di perutnya. Beliau mengadu kepada Allah yang kemudian menyuruhnya mengambil sejenis daun di padang pasir. Nabi Musa mengunyahnya dan sembuh dengan ijin Allah. Kemudian Nabi Musa mengalami masalah lagi dengan perutnya, maka Mabi Musa langsung mengunyah kembali dedauan itu, namun sakitnya malah bertambah nyeri. 

Beliau mengadu: “Ya Rabb, waktu pertama kali aku makan, aku langsung sembuh. Tapi kali kedua bukan hanya gak sembuh tapi malah bertambah parah”

Allah menjawab: “Kali pertama kamu datang mengadu kepada-Ku memohon  kesembuhan. Tapi pada kali kedua kamu langsung saja mengunyahnya tanpa meminta petunjuk dan ijin dari-Ku. Tidakkah kamu tahu bahwa dunia ini semuanya adalah racun dan penawarnya hanyalah dengan menyebut nama-Ku?”


Maka...

Bertanyalah kepada dirimu sendiri: atas nama siapa aku menikah?

Atas nama siapa aku bekerja?

Atas nama siapa aku menjalani hidupku?

Guru Sejati

Mengingat pelajaran yang lampau


GURU SEJATI

Guru, sehebat apapun dia, tidak pernah menjadi guru kesabaran yang sejati. Realitas hidupmu dan orang-orang di sekitarmulah sang guru kesabaran sejati itu. 

Guru hanya menunjukkan pengetahuan tentang kesabaran tetapi realitas hidupmu dan orang-orang di sekitarmulah yang melatihmu untuk benar-benar bersabar.

#mustamirpedak


Komen: Susah ustadz ketika pas mau marah minta izin dulu sama Allah buat marah.. 😞

Jawab: 😁

Komen: Yang ada marahnya dah keluar dulu baru inget Allah 😭

Dan menyesal


Entah sebenar apapun kita rumusnya selalu sama:

Jika ingin mengubah orang lain maka ubahlah pikiran dan perasaanmu sendiri.

Jika tidak disertai keinsyafan melihat diri sendiri maka keinginanmu mengubah orang lain itu akan menjadi sumber penderitaanmu

#mustamipedak


وَلِلَّهِ ٱلْمَشْرِقُ وَٱلْمَغْرِبُ ۚ فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا۟ فَثَمَّ وَجْهُ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke manapun kamu menghadap di situlah Wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.

(Al-Baqarah)

Penglarisan dan Pengasihan


Dulu beliau rawuh dengan maksud agar orang yang pengen beliau nikahi bisa melepas rasa cintanya kpd orang lain.

Sesungguhnya keinginan-keinginan semacam itu kurang indah dan elok.

Paling indah adalah memperbaiki kualitas diri maka yang datang adalah keindahan dari-Nya.

Sesungguhnya kamu adalah magnet. Yang datang kepadamu sesuai dengan magnet pikiran dan perasaanmu.


Penglarisan

Pengasihan

Itu bukanlah tentang jimat atau mantra

Itu adalah tentang akhlakul karimah

Itu adalah tentang kualitas pikiran dan perasaanmu...

Komen: Alhamdulillahirabbilalamin .leres sanget ustadz  terimakasih 👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Tanya: Apa perlu meditasi yi supaya bisa melaraskan pikiran dan perasaan yi suwun

Jawab: Menikmati shalat, Pak...

Komen: Istimewa 👌🏻🙏🏻

Tanggapan: Kata ini langsung nabet di hati

Tanggapan: Kalau kata teman saya, "rasamu adalah DOAmu"

Dan mengelola sebuah rasa itu adalah proses perjalanan dan pembelajaran yang masyaAllah luar biasa 💪🏻

Komen: Menikmati shalat... 

dan meresapi bacaan Al Qur'an



Hidup Bersama Manusia


Buku Ruqyah Berbasis Tauhid



Tanya: Pak...misal kl kita mendengar kabar yg kurang baik, lalu kita merasakan badan yg tiba² kurang nyaman , apakah itu termasuk jg terkena ain ?

Jawab: Nggih, Mbak

Pintu masuk 'ain itu panca indera

Tanya: Berarti penyakit ain itu bukan selalu karena pandangan mata nggih pak ?

Komen: Intinya kita harus bisa mengelola emosi agar tidak bisa terkena 'ain. Begitu pak ?

Jawab: Nggih, Mbak...cuma 'Ain (mata) itu paling sering

Tanggapan: Selama ini info yg sy tahu bahwa penyakit 'ain itu karena pandangan mata..

Jawab: Itu nama khusus untuk umum, Mbak



Pengalaman hari ini

Jam 6 saya berangkat dari rumah menuju ke daerah Mranggen Demak karena dimintai tolong meruqyah seseorang yang sedang marah-marah sambil membawa kapak.

Rupanya Si Mas, 27 tahun, sudah semalaman teriak-teriak dan mengacung-ngacungkan kapaknya kepada yang mendekat.

Saya menurunkan emosinya dengan cara kurang lebih sebagai berikut:

1. Saya juga meninggikan suara saya mendekati tinggi suaranya.

2. Saya menirukan bahasa tubuh dan kata-katanya.

3. Setelah beberapa menit saya turunkan suara saya dan menasihatinya.

Lalu Si Mas mau memberikan kapaknya kpd saya dan minum teh bareng.

😊😳



Tanya: tanya pak mus,kalo sering kesurupan apakan ada indikasi juga karna ada jin yg ikut dari nasabnya?🙏

Jawab: Ini Mas @, ada di foto berikkut:


Komen: berarti tdk ada gangguan dari jin nasab orangtuanya/mbahnya nggih


Tanya: Sub kepribadian dengan munculnya "aku"2 yang lain, apa sebenarnya sedang berada pada keadaan kesurupan pak Mus?

Jawab: Belum tentu jika "aku" sejati masih dominan...

Tanya: Kalo " aku" yang lain itu bisa berubah ubah apa ada kaitannya dengan hati dan pikiran ?

Jawab: Tentu saja, Mbak

Tanya: Berarti "aku " sejati yang mengendalikan para sub kepribadian itu ?

Jawab: Seharusnya, Mbak...

Jika tidak maka akan ada konflik batin yg tak berujung...

Komen: Saya merasakan kalo  pikiran dan hati damai para " aku" bersahabat dan menyenangkan.

Jawab: 😊😊😊

Tanya: Apakah konflik bathin tsb merupakan salahsatu pemicu apa yg disebut "bipolar" atau orang yg memiliki kepribadian ganda Ustadz

Jawab: Benar, Mbak

Bipolar itu krn adanya sub kepribadian yang sifatnya bertolak belakang...

Tanya: Kaitannya apa ya pak Mus ketika para "aku " sub kepribadian itu baik2 saja para penampakan itu tidak berpengaruh ?

Jawab: Krn apa yg kita maksud penampakan itu hanyalah hasil konflik dalam diri saja, Mbak...


Dalam buku RUQYAH BERBASIS TAUHID hal. 45


Dalam buku RUQYAH BERBASIS TAUHID hal. 57


Kitab kehidupan: realitas-realitas hidupmu...

Tanya: Pak..berarti utk membuat seseorang mengikuti kemauan kita, kita harus masuk ke frekwensi orang itu dl, baru nanti kita arahkan dia utk masuk ke dlm frekwensi kita nggih ?

Atau kita harus menyamakan frekwensi ?

Jawab: Benar, Mbak...

Inilah hikmah sabda Rasulullah:

أمرنا معاشر الأنبياء أن نحدث الناس على قدر عقولهم

Kami, para nabi, diperintahkan untuk berbicara sesuai kadar akal umatnya.

Tanya: Pak Mus apakah mungkin seseorang tersihir oleh dirinya sendiri ?

Jawab: Itu yg paling sering terjadi, Mbak...

Maka perubahan hanya mungkin saat seseorang memperbaiki pikiran dan perasaannya sendiri.


Tanya: Pak..ada pernyataan bahwa apa yg keluar dari mulut kita adalah do'a . Lalu ketika kita berbicara hal yg buruk/ baik dan kemudian apa yg kita bicarakan itu terjadi pada diri kita ( buruk atau baik ), apakah ini bisa dikatakan bahwa kita tersihir oleh diri kita sendiri ?

Jawab: Lebih tepatnya tersihir oleh perasaan sendiri, Mbak...

Jawab: Sebelum menasihati seseorang kita harus terlebih dahulu berupaya agar orang yang kita nasihati itu merasa dimengerti dan dipahami.

(Salah satu caranya adalah dengan menyamakan tinggi/rendah dan cepat/lambatnya dia bicara)

Setelah itu baru memberi nasihat jika perlu...


Ini rumus penting dalam penglarisan (bahasa kerennya: MARKETING)

😁😁 Itu saya tulis di buku RUQYAH hal. 53, Mbak...😊😊

Komen: Siipp..sy tunggu bukunya mendarat di rumah saya...😁


Tanya: Pak..ada tips bikin iklan yg tidak saja menarik tetapi yg jg bisa "menyihir" konsumen ngga ? 😁

Jawab: Kapan2 ya, Mbak

😁😁😁


Dapatkan Buku Ruqyah Berbasis Tauhid








Isi Buku Ruqyah


 






Jenis-jenis Pejalan Spiritual

 JENIS-JENIS PEJALAN SPIRITUAL #mustanirpedak 1. PEJALAN KEHEBATAN Mereka adalah orang yang ngaji demi mencari kekuatan/energi bersumber dar...