Friday, February 12, 2021

Rasa Bersalah dan Problem Paru

#mustamirpedak

Seorang bapak lama berkonflik dengan bapaknya karena persoalan pemahaman (khilafiyah) dalam fiqh. Dahulu, ketika bapaknya masih hidup, si bapak sering berdebat tentang hukum amalan tertentu. Tak jarang konflik itu menjurus perdebatan panas.

10 tahun yang lalu bapak dari bapak itu meninggal dunia. Rasa bersalah menyelimuti hati si bapak. Bertahun-tahun si bapak dihantui rasa bersalah. Setiap habis shalat si bapak tidak pernah putus mendoakan bapaknya itu tetapi rasa bersalah terus menyiksanya.

Beberapa tahun kemudian si bapak sering merasa dadanya penuh, sesak napas dan batuk. Bahkan beberapa bulan yang lalu didiagnosa dokter sebagai PPOK (Penyakit Paru Obstruksi Kronis). Si Bapak sering sekali sesak dan seperti hilang kesadaran. Dan sangat sulit tidur.

Beberapa minggu yang lalu saya diminta meruqyah si bapak itu. Saya sampaikan bahwa rasa bersalah itu mungkin baik tetapi keyakinan kepada maha pengampunnya Allah juga harus dipegang teguh. Manusia tidak perlu hanyut dalam rasa bersalah karena Allah Maha Pengampun. Manusia juga tidak perlu hanyut dalam rasa benar karena Allahlah Yang Maha Benar. Tepatkan dosis rasa salahmu dan rasa benarmu.

Saya menasihati si bapak untuk membaca ayat: alam nasyrah laka shadraka (bukankah telah Kami lapangkan dadamu) dst (QS Insyirah). Saat membaca itu letakkan tangan di dada untuk merasakan getaran di dada. Sambil menyadari getaran di dada itu yakini bahwa Allah melapangkan dadanya.

Beberapa hari sesudah itu si bapak mengabari keadaannya sudah sangat membaik: tidak sesak lagi dan tidur bisa lebih pulas.


Komen: Inspiratif dan Solutif Ustadz..

No comments:

Post a Comment

Jenis-jenis Pejalan Spiritual

 JENIS-JENIS PEJALAN SPIRITUAL #mustanirpedak 1. PEJALAN KEHEBATAN Mereka adalah orang yang ngaji demi mencari kekuatan/energi bersumber dar...