Friday, February 12, 2021

Gerak Tubuh di Luar Kontrol dan Silaturahmi ke Dalam Diri

#mustamirpedak


Habis shalat isya saya kedatangan rombongan: 7 laki-laki dan satu perempuan. Perempuan itu, 22 tahun, mengalami gangguan unik. Bibirnya bergerak tanpa bisa dikendalikan: merot, mecucu, meringis dan menjulurkan lidah. Kedua kakinya seperti bergetar. Saya cek nadinya sangat cepat: lebih dari 100 kali per menit.

Dugaan saya ini adalah tardif diskinesia. Ini dugaan, bisa jadi salah. Biasanya gangguan seperti ini dikarenakan seringnya minum obat penenang, narkoba atau obat-obat sakit lambung.

Ceritanya begini. Setelah ujian skripsi secara daring, Si Mbak dan teman-temannya rekreasi di sebuah tempat wisata di Ungaran. Dalam perjalanan pulang tiba-tiba mulut si mbak itu bergerak di luar kontrol. Sesampainya di kos, kurang lebih jam 17.00, sempat membaik tetapi kemudian kambuh lagi setelah tiba-tiba Si Mbak makan bunga (bunga beneran). Kali ini lebih parah karena kedua kakinya juga bergerak tanpa kontrol. Lalu oleh temannya dibawa ke rumah saya.

Setelah dengan susah payah membawa si mbak di ruang perawatan saya berikhtiyar menolongnya. Saya bacakan ayat-ayat Al-Quran. Si Mbak bisa sedikit tenang. Nadinya mulai melambat. Ini tanda ketegangannya menurun. Beberapa titik akupoin dipijat untuk menselaraskan energinya. Hampir 40 menit saya menerapinya dan, atas kehendak Allah, mbaknya bisa normal kembali.

Berikut ini adalah inti cerita saya ini. Setelah membaik saya ajak Si Mbak ngobrol-ngobrol santai. Si Mbak menceritakan kisah hidupnya.

Si Mbak dibesarkan dalam keluarga broken home. Bapak ibunya bercerai sejak dia 5 tahun. Dia tinggal dengan ibu yang, menurut si mbak, kejam. Dia sering disakiti. Intinya, komunikasinya dengan bapak ibunya sangatlah buruk. 

Si Mbak merasa bahwa hidupnya terombang-ambing. Dia kekurangan kasih sayang orangtuanya. Dia merasa tidak berdaya. Si Mbak sering stres dan melakukan hal-hal buruk yang sebenarnya dia tidak inginkan. Dia merasa tidak berdaya mengontrol dirinya.

Saya menduga keyakinannya, bahwa dia tidak bisa mengontrol dirinya, ikut andil memicu gangguan yang dialaminya yakni gerak tubuh yang tidak terkontrol.

Pesan: berlatihlah mengontrol pikiran, perasaan, dan tubuhnu sendiri. Salah satu cara mengontrol tubuh adalah dengan kedamaian hatimu dan sering-sering berkomunikasi dengan tubuhmu. Dengarkanlah tubuhmu agar kamu selaras dengannya. Jagalah silaturahmi dengan tubuhmu agar tubuhmu tidak memusuhi dan melawanmu.


Tanya: itu masuk penyakit psikosomatis pak?

Jawab: Saya termasuk yang mempercayai bahwa 90% masalah kesehatan adalah psikosomatis. Termasuk ini, Mas...

Tanya: cerita diatas kenapa ada kejadiam maem kembang pak Mus  ?

Jawab: Memang ceritanya begitu, Pak...

😁😁

No comments:

Post a Comment

Jenis-jenis Pejalan Spiritual

 JENIS-JENIS PEJALAN SPIRITUAL #mustanirpedak 1. PEJALAN KEHEBATAN Mereka adalah orang yang ngaji demi mencari kekuatan/energi bersumber dar...