Si Bahlul kehilangan cincin peraknya. Dia mencarinya di halaman rumahnya. Ada orang bertanya kepadanya, "Sedang apa, Lul?"
"Ini sedang mencari cincinku yang hilang"
"Memangnya hilang di mana?"
"Tadi jatuh di kamarku."
"Lha bagaimana kamu itu? Lha jatuh si kamar kok dicari di halaman."
"Kamarku gelap lampunya mati. Di sini terang benderang. Kan lebih mudah mencari di tempat yang terang daripada yang gelap?"
"Dasar Bahlul!!!"
Sekarang itu yang terjadi. Kita mencari obat terlalu jauh di luar sana padahal obat itu sangat dekat dengan diri sendiri.
#mustamirpedak
No comments:
Post a Comment