Sayyidina Ali bertempur dengan seorang tentara musuh. Si musuh terdesak dan pedang Sayyidina Ali sudah siap melukai musuhnya itu. Tiba-tiba si musuh meludahi beliau. Beliau lalu pergi menjauh dari musuhnya itu.
Sahabat yang lain bertanya: kenapa engkau pergi pada saat hampir mengalahkannya?
Beliau menjawab: sebelumnya aku bertempur dengan keikhlasan hati. Setelah dia meludahiku aku bertempur karena kemarahanku.
Para kekasih-Nya, bahkan dalam perangpun, selalu memperhatikan hatinya.
Lihatlah hatimu!! Sekarang!!
#mustamirpedak
#ngajibahagia
No comments:
Post a Comment