(Saya adaptasi dari buku The Biology of Belief karya Bruce Lipton)
Seorang dokter, Clifton Meador, memiliki seorang pasien, San Londe, seorang mantan penjual sepatu yang menderira kanker esofagus (kerongkongan). Ini adalah kondisi yang dianggap 100% mengancam nyawa. Dia dirawat karena kankernya itu walaupun semua yakin bahwa kankernya tak mungkin disembuhkan. Sesuai dugaan, beberapa minggu kemudian Londe meninggal.
Ceritanya tidak berakhir di sini. Karena sebuah alasan dilakukan autopsi pada jenazah Londe. Sangat mengagetkan ternyata hanya ada sangat sedikit kanker di tubuhnya yang diyakini tidak cukup kuat untuk menewaskannya. Hanya ditemukan beberapa titik lesi di hati dan satu titik lesi di paru-paru tetapi tidak ada jejas kanker esofagus yang diduga membunuhnya.
Dr Meador berkata kepada Discovery Health Channel: "Dia meninggal bersama kanker, tetapi bukan karena kanker."
Lalu apa yang yang menewaskan Londe jika bukan kanker esofagus? Apakah dia meninggal karena keyakinannya bahwa dia akan meninggal? Apakah dokter, perawat, dan orang-orang di sekitarnya yang telah meyakinkannya bahwa dia akan mati karena kanker esofagusnya yang telah mempercepat kematiannya?
Peristiwa ini terus menghantui Dokter Meador hingga 30 tahun kemudian: "Saya berpikir dia mengidap kanker esofagus. Dia berpikir dia mengidap kanker. Semua orang di sekitarnya menganggap dia mengidap kanker. Apakah saya, entah bagaimana caranya, telah memupus harapannya?"
Hikmah: keyakinan, baik yang positif atau negatif, bukan hanya memengaruhi kesehatan, bahkan memengaruhi hampir semua aspek kehidupan manusia.
#mustamirpedak
No comments:
Post a Comment