#mustamirpedak
Jika kamu memendam dendam maka sesungguhnya kamu sedang membakar dirimu sendiri. Yang pertama kali terbakar bukanlah mereka yang kamu anggap jahat tetapi adalah dirimu sendiri dan mungkin juga membakar orang-orang yang kamu cintai. Mungkin kamu bisa membakar mereka yang kamu benci tetapi itu hanya terjadi setelah kamu terbakar. Sebelum mereka yang kamu benci menjadi arang mungkin kamu telah jadi abu. Dendam kesumat tidak pernah menguntungkan siapapun.
Maka memaafkan adalah jalan paling masuk akal untuk menghindari kebakaran itu. Memaafkan itu semacam teknologi daur ulang sampah. Dengan daur ulang sampah-sampah itu menjadi bermanfaat atau minimal tidak merusak. Dengan memaafkan hal-hal yang menurutmu buruk itu justru menjadi energi baru untukmu.
Memaafkan itu ada tiga level:
1. Memaafkan agar
2. Memaafkan karena
3. Memaafkan tidak perlu
1. Memaafkan agar
Ini level terendah dalam memaafkan. Kamu bersedia memaafkan agar kamu mendapatkan keuntungan materi. Kamu memaafkan agar dia yang kamu maafkan memberimu hadiah. Kamu memaafkan agar kamu dipuji atau agar dijuluki sang pemaaf. Kamu memaafkan agar kamu dicitrakan sebagai pribadi mulia. Saat itu sesungguhnya maafmu kamu jual demi materi (keuntungan materi, kedudukan, atau citra).
2. Memaafkan karena
Pada level ini kamu memaafkan tidak demi keuntungan materi. Kamu memaafkan karena kamu merasa disakiti. Kamu memaafkan karena merasa didzalimi.
Namun di level ini kamu masih merasa benar sedangkan orang lain salah. Pada level ini masih ada percikan-percikan kesombongan dalam hatimu. Pada level ini kamu masih digelapkan oleh egoisme.
3. Memaafkan tidak perlu
Inilah level yang paling melegakan. Inilah jenis memaafkan yang akan membuatmu bahagia. Pada level ini kamu sadar bahwa kamu tidak perlu memaafkan karena kamu tidak lagi merasa tersakiti. Kamu tidak perlu memaafkan karena kamu sadar bahwa tidak ada yang pernah bisa menyakitimu kecuali kamu mengizinkan hatimu sendiri untuk sakit hati.
Seorang ibu tidak pernah merasa perlu memaafkan bayinya yang mengencinginya. Cubitan kekasih tidak pernah perlu untuk dimaafkan.
Di level manakah kini kamu berada?
No comments:
Post a Comment