#mustamirpedak
Untuk membandingkan dua terminologi kita membutuhkan pengetahuan mendalam atas keduanya agar persepsi kita tidak bias.
Nuwunsewu, saya tidak terbiasa menuliskan perbandingan dua terminologi yang tidak sederhana dengan tulisan pendek di medsos karena rawan disalahpahami. Saya lebih suka menulis artikel atau bila perlu menulis buku agar pemahaman pembaca lebih detail dan tuntas.
Di kesempatan ini saya hanya akan menjelaskan sudut pandang saya tentang ruqyah. Saya meruqyah menggunakan ayat Suci Al-Quran.
Dua ayat di bawah yang selalu saya jadikan pegangan:
Pertama
وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.
(Al-A'raf: 204)
Dari ayat inilah saya selalu mengajak pasien mendengarkan dengan baik (menikmati dan menghayati) bacaan Al-Quran. Saat membaca pikiran kita harus khusyuk mengingat Allah. Jangan terganggu dengan pikiran tentang selain Allah (entah jin, sihir, atau apapun) yang justru akan melalaikan kita dari-Nya Yang Maha Menyembuhkan. Dengan menikmati dan menghayati itulah, janji-Nya, kita akan dirahmati.
Ke dua
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.
(Al-Anfal:2)
Saat saya menyebut-nyebut nama-Nya dalam ruqyah saya memohon kepada-Nya agar hati kami bergetar dan membawa kami kepada kepasrahan (ketawakkalan) total kepada-Nya.
Kami yakin bahwa saat kita bertawakkal kepada-Nya maka Dia akan membawa kita dalam kehidupan yang indah.
No comments:
Post a Comment