oleh: Pak Mustamir Pedak
Tadi malam, saat adzan isya, ada bapak-bapak datang ke rumah. Wajah kecemasan dan kepanikan tampak jelas di wajahnya. Dengan sangat memohon beliau meminta saya datang ke rumahnya karena anak perempuannya sedang kesurupan dan mau bunuh diri.
Tanpa berpikir panjang saya mengiyakan karena, sebagaimanan sering saya katakan, keinginan bunuh diri adalah masalah kejiwaan paling serius. Saya segera dibonceng bapak tersebut menuju ke rumahnya.
Sesampainya di rumah Si Anak sedang dipegangi beberapa orang karena meronta-ronta. Si Anak perempuan itu berusia 22th dan anak satu-satunya.
Saya pegang dahi anak tersebut dan saya bacakan ayat-ayat suci. Setelah beberapa menit Si Anak tertidur. Tampak sangat lelap. Mungkin karena kelelahan setelah kesurupan hampir 4 jam.
Bapaknya menceritakan latar belakang peristiwanya:
Beberapa tahun belakangan ini Si Anak menjalin hubungan dengan seorang laki-laki. Sebenarnya Si Bapak sudah mendesak agar Si Laki-laki itu meresmikan hubungan mereka tetapi karena alasan belum siap Si Laki-laki itu belum bisa.
Bulan kemarin, mereka mengakhiri hubungan. Setelah itu Si Anak sering melamun dan menangis. Si Bapak mencoba bertanya kepada Si Anak tetapi hanya diam saja dan menangis.
Lalu Si Bapak mencoba menanyakan kepada sahabat karib anaknya. Kata sahabat karibnya itu mereka putus karena Si Laki-laki mau menikah dengan orang lain.
Setelah saya tunggu sampai jam 20.50 Si Anak masih tidur. Saya mohon pamit sambil berpesan kapan-kapan saya bisa datang lagi jika dimintai bantuan.
Dugaan saya:
kesurupan itu terjadi karena kegoncangan batin karena kehilangan yang dicintainya.
Hikmah:
Sesuatu yang kamu cintai (lebih tepatnya: kamu senangi) adalah penjara yang mengikatmu. Semakin kamu senang kepada sesuatu semakin kuatlah ikatan itu.
Ikatan-ikatan itu hanya bisa kamu lepas dengan kebahagiaan.
Kesenangan berasal dari luar dirimu. Kebahagiaan berasal dari dalam dirimu sendiri.
Kesenangan menjeratmu sedangkan kebahagiaan membebaskanmu.
#mustamirpedak
#ngajibahagia
No comments:
Post a Comment