Banyak orang yang nonton sinetron ikut baper dengan alur ceritanya. Jika ceritanya menyenangkan ikut senang dan jika ceritanya menyedihkan ikut sedih bahkan ikut nangis termehek-mehek.
Secara logika mereka tahu itu hanyalah drama. Itu cerita tidak beneran. Itu hanya kisah imajinatif saja. Tetapi emosi tetap saja terpengaruh oleh cerita bohongan itu.
Begitulah emosi. Emosi tidak tahu mana imajinasi dan realitas.
Jadi, jangan terlalu percaya kepada perasaanmu karena dia tidak bisa melihat realitas dan imajinasi. Tetaplah menjadi diri sejatimu.
#mustamirpedak
#ngajibahagia
Tanya: Bagaimana cara mengontrol emosi agar tidak mudah baperan?
Jawab: Emosi itu dalam batas tertentu bermanfaat. Kita tidak perlu menghakimi baik buruknya emosi.
Sayangilah emosi-emosi itu, Mbak. Jika kita menyayanginya maka dia akan manut kepada njenengan, Mbak
Berterimakasihlah kepada emosi2 kita:
Terimakasih marah...
Terimakasih sedih...
Terimakasih kecewa...
Terimakasih tenang...
Terimakasih senang...
Terimakssih puas...
Tanya: Apakah perlu diucapkan seperti berbicara dengan organ pak Mus ?
Jawab: Prinsipnya semakin terasa semakin baik, Mbak
Tambahan:
Kenapa harus berterimakasih kpd emosi?
Ada masalah kejiwaan yang disebut: depersonalisasi-derealisasi
Ini problem mental di mana seseorang tidak punya emosi. Tidak bisa senang dan susah. Tidak bisa kecewa dan puas.
Jadi berterimakasihlah kepada emosi2 kita krn itu artinya kita masih normal
☺️☺️
NB: Bersyukur saat masih bisa merasakan emosi-emosi, dan sadar bahwa emosi tersebut berlebihan, dan terlebih mau sadar diri untuk belajar mengontrol emosi-emosi tersebut di dalam batas kewajaran.
Wallahu 'alam.
No comments:
Post a Comment