Dibanding emosi negatif yang lain
rasa malu adalah emosi yg paling berbahaya. Emosi negatif yang lain lebih mudah
diungkapkan dan diekspresikan sedangkan rasa malu seringkali terpendam dan
tidak terungkapkan. Rasa malu terus membusuk dalam batin seseorang dan, tanpa
disadari, terus merusak tubuh dan jiwanya.
#mustamirpedak
Tanya: Lalu, bagaimana menyikapi
hal tersebut, Pak?
Jawab: Kurang lebihnya kehidupan
seseorang tidak pernah memengaruhi kemanusiaannya kecuali jika kurang lebihnya
itu menggeser tauhidnya.
Jika kurang lebihnya itu
memperkokoh tauhid maka, entah kurang atau lebih, itu selalu indah.
Tanya: Malu seperti apa pak yg
masuk kriteria emosi negatif?
Jawab: Rasa malu yg mengakibatkan
minder, Mas
Tanya: Apa demikian juga dengan
penyesalan yang terus menerus pak Mus ?
Jawab: Ini mbak @Anice ❤️
Komen: Nggih pak Mus maturnuwun 🙏
Tanya: Kalau berharap
penyesalan itu membawa perubahan ke arah yang lebih baik bagaimana menempatkan
rasa penyesalan itu ?
Jawab: Penyesalan dg dosis yg
tepat itu menguatkan. Penyesalan yg dosis berlebih itu melemahkan, Mbak.
Tanya: sy masih belum paham dg
menyikapi rasa malu yg terpendam di atas pak.krn yg tau adalah pribadi masing
masing, rasa malu yg berlebihan bisa jadi lalu menjadi minder, atau tertekan yg
bisa mengobati aadalah diri sdri.mungkin bisa disembuhkan jika dikonsultasikan,
tp kl tidak ( dipendam trus)atau tidak tahu caranya bs jadi menyakiti diri sdri
atau bahkan orang lain kan pak
Jawab: Ada cara ngecek dosis
emosi yg dulu pernah saya ajarkan waktu ngaji, Mbàk
Jawab: Karena itulah rasa malu
termasuk emosi yg paling rumit diobati karena memang tidak mudah untuk
menyampaikan "rasa malu" itu kepada orang lain.
Apalagi jika rasa malu itu
bersentuhan dg harga diri seseorang maka akan lebih rumit lagi.
Bagaimana sikap kita?
Sebagai terapis saya sekedar
"memancing" agar klien bersedia bercerita. Setelah itu saya pasrahkan
kepada Allah agar Allah menggerakkan hatinya ke arah lebih baik. Lalu saya
menunggu dan menunggu... 😊😊
Komen: Mengingat ingat lagi ngaji
yang lalu 🙏🤭
Tanya: banyak anak anak menjadi
minder lalu bepengaruh pada hasil belajar dan ini mgkin akan merugikan orang
tua jika orgtua tidak bnar2 memahami..misal mencari sekolah jadi susah, atau
anaknya jadi nggak mau sekolah..
Jawab: Bagaimana sikap kita jika
kita yg terjebak dalam rasa malu itu?
Lihatlah diri kita baik-baik dan
penuh cinta. Tanyakan kepada diri kita mampukah kita menanggung beban rasa malu
ini sendiri?
Jika iya, maka bersyukurlah dan
silakan menyimpannya sendiri.
Tetapi jika tidak, bermohonlah
kepada Allah untuk dipertemukan dg orang tempat mengungkapkan rasa malu itu.
Teruslah berdoa
ihdinashshiroothal mustaqiiim (tunjukilah kami jalan yg lurus ya Allah)
Tanya: Maaf sedikit keluar
konteks dr pembahasan rasa malu pak,
bagaimana cara mengatasi rasa
malas, karena malas bisa menimbulkan teterlarutan rasa malu tadi
Jawab: Malas itu muncul krn
sebuah aktifitas itu harus dikerjakan karena keinginan orang lain bukan atas
keinginan sendiri.
Contoh: anak malas belajar. Itu
krn belajar itu keinginan orangtua atau guru bukan keinginan sendiri. Coba
kalau main hp. Anak tidak malas main hp krn main hp itu keingingannya sendiri.
Maka...
Cek dan pandanglah dirimu sendiri
dg penuh kasih sayang.
Cari dan selidiki visi dan
keinginanmu yg indah.
Jika seseorang menemukan apa
sebenarnya yg dia inginkan maka power hidupnya akan melesat kuat.
Komen: Terimakasih nasehatnya pak🙏🏻
Tanya: Ijin bertanya Ustad
Bagaimana menumbuhkan minat
belajar anak
Krn bagi ortu dg anak yg kurang
berminat dg sistem pembelajaran seperti ini sangat kewalahan. Mereka hanya
berminat saat ada meeting online saja, Sedang tugas2 diabaikan 😚🙏🏼

No comments:
Post a Comment