#mustamirpedak
#ngajibahagia
Seorang Ibu mengalami insomnia (susah tidur). Awalnya terjadi kecemasan karena wabah. Dia terlalu takut tertular hingga kalau keluar rumah tubuhnya bergetar/tremor. Begitupun jika ada tamu. Insomnianya ini terjadi sejak bulan Maret 2020.
Di bulan Agustus Si Ibu ke psikiater dan diberi obat tidur. Setiap minum obat memang bisa tidur tetapi muncul sugesti "jika tidak minum obat aku tidak akan bisa tidur". Sugesti itu lalu memunculkan kecemasan baru "jangan-jangan nanti malam tidak bisa tidur" dan "bagaimana bisa tidur". Setiap maghrib Si Ibu dihantui kecemasan tidak bisa tidur dan kejengkelan tidak bisa tidur.
Beberapa hari lalu saya dimintai tolong untuk menerapi ibu ini. Intinya saya menanyakan peristiwa terindah dalam hidupnya. Saya bimbing beliau untuk memperkuat ingatan tentang peristiwa terindah itu. Dan malamnya beliau bisa tidur 2 jam tanpa obat. Dua jam ini disyukuri maka jadi 4 jam.
Hikmah:
Pikiran sering menipu kita. Kita menduga bahwa jika ingin tidur akan mempermudah tidur. Kita menduga bahwa ingin rileks akan mempermudah rileks. Ingin lupa justru memustahilkan lupa. Itu tipuan pikiran. Jangan terlalu percaya kepada pikiran.
No comments:
Post a Comment