Wednesday, December 9, 2020

Lepaskan Keteganganmu

 Membaca kembali kisah yang lalu.

@mustamirpedak


Rabu, jam 11an siang datang seorang bapak yang meminta diruqyah. Sebenarnya senin sebelumnya beliau sudah datang tetapi karena saya sudah ada beberapa janji ruqyah maka terpaksa saya belum bisa melayaninya.

Usia beliau 56 tahun. Sambil menahan sakit karena tegangnya leher beliau bercerita bahwa sudah beberapa kali ruqyah tetapi belum tuntas. Menurut beliau masih ada jin dalam tubuhnya.

Saya bertanya kepada beliau bagaimana beliau yakin bahwa dalam dirinya ada jinnya. Dengan yakin beliau berkata bahwa sakitnya aneh. Beberapa kali dalam seminggu beliau kejang. Anehnya, tentu menurut beliau, kejang itu selalu terjadi di antara jam 1-2 malam. Alasan lainnya adalah bahwa para peruqyah yang meruqyah beliau meyakinkan beliau bahwa masih ada jin dalam dirinya.

Saya tidak menyanggah keyakinan beliau. Saya menanyakan bagaimana awal muasal penyakit itu muncul. Dengan wajah murung beliau bercerita. Beliau dulu pegawai di salah sata anak perusahaan BUMN ternama. Selama bekerja beliau sering sekali tertekan baik oleh beban pekerjaan maupun oleh teman-teman sekerjanya. Keuangannya cukup baik dan sempat memiliki tabungan ratusan juta rupiah. Namun istrinya lari membawa tabungan itu bersama selingkuhannya.

Sejak saat itu lehernya sering tegang dan sangat sulit tidur. Bahkan 3 bulan ini dia sering kejang.

Sudah beberapa kali periksa di dokter saraf dan diMRI ternyata tidak ditemukan problem organik dalam tubuhnya.

Saya berkata kepada beliau untuk "mengabaikan" jin-jin dalam dirinya. "Kembalilah kepada Allah, Pak."

Setelah saya ajak berdiskusi tentang hakikat kehidupan saya mulai membacakan Al-Quran. Sebelumnya saya mengatakan bahwa ketika saya membaca Al-Quran ingatlah Allah. Jangan mengingat selain Allah.

Awalnya beliau seperti mau muntah. Saya katakan, "Sambil terus mengingat Allah jangan tahan muntahnya, Pak."

Tetiba beliau melengking sangat keras demi memuntahkan isi perutnya. Muntahlah beliau. Lalu menangis tersedu-sedu cukup lama. Saya terus menerus mengajak beliau mengingat Allah.

Beberapa saat kemudian beliau berkata, "Rasanya plong banget, Ustadz."

Besoknya beliau mengabari bahwa bilau bisa tidur sangat nyenyak. Ini tidur paling nyenyak selama lima tahunan ini. 


JIKA KAMU DAMAI MAKA TUBUH, PIKIRAN DAN HATIMU AKAN MENGHEMPASKAN PENYAKIT-PENYAKITNYA TANPA KAU SADARI.


Tambahan:

Biasanya sakit berulang pada jam 1-3 (menjelang fajar) itu berhubungan dengan stagnasi energi di Liver.

Catatan Penyusun:

maka dari itu, detox terbaik untuk tubuh dan jiwa (detox emosi) adalah detox di sepertiga malam terakhir.

No comments:

Post a Comment

Jenis-jenis Pejalan Spiritual

 JENIS-JENIS PEJALAN SPIRITUAL #mustanirpedak 1. PEJALAN KEHEBATAN Mereka adalah orang yang ngaji demi mencari kekuatan/energi bersumber dar...