Tuesday, December 8, 2020

Suami Istri Hanyalah Obat?

@mustamirpedak

Tanya: Mengapa pernikahan yang awalnya saling mencintai malah akhirnya *justru saling menyakiti?* Jawab: Itu karena mereka *menganggap bahwa pasangannya adalah syarat kebahagiaannya.* 

Pasangannya dianggap sebagai obat penderitaannya. 

Tanya: Maksudnya?
Jawab: Mereka menganggap bahwa kebahagiaan itu jika pasangannya sesuai dengan kehendak egonya. Jika pasangannya tidak sesuai kehendak egonya maka dia menderita.

Tanya: Bukankah seharusnya memang begitu?
Jawab: Kalau begitu itu *belum mencintai pasangan tetapi egoisme mencintai diri sendiri.* Itu sikap menang sendiri yang ditutupi oleh kata-kata cinta. Jika seseorang menganggap pasangan hidupnya adalah syarat kebahagiaannya maka itu sama saja menganggap pasangannya adalah obat penghilang rasa sakitnya. Dan jika obat itu ternyata tidak manjur lalu dia marah kepada obatnya itu. Lalu dia marah dan menuntut pasangan itu berubah. Mungkin bisa tetapi jika ternyata pasangannya tidak berubah maka kemarahannya akan semakin meninggi. *Saat itu akan hanya ada ketegangan dan ketegangan.* 

Tanya: Lalu bagaimana agar tidak terjadi ketegangan itu?
Jawab: Kembalilah kepada kesadaran sejati. Kesadaran bahwa dirimu adalah dirimu. Kamu bukan pikiranmu. Kamu bukan perasaanmu. Kamu adalah kamu. Hanya dengan kesadaran sejati itu kamu akan mengakses Sumber Kebahagiaan Sejati. *Saat itu kebahagiaanmu tidak tergantung kepada apa yang ada di luar dirimu.* Kamu akan senantiasa damai. Dan jika kamu damai maka ketegangan-ketegangan dalam hubungan suami istri malah justru menjadi pupuk kasih sayang di antara mereka. 

*Jika kamu damai maka kamu tidak akan pernah kehabisan kasih sayang: untukmu dan untuk pasanganmu.*

No comments:

Post a Comment

Jenis-jenis Pejalan Spiritual

 JENIS-JENIS PEJALAN SPIRITUAL #mustanirpedak 1. PEJALAN KEHEBATAN Mereka adalah orang yang ngaji demi mencari kekuatan/energi bersumber dar...