Tuesday, December 8, 2020

Tujuan Hidup

Membaca kembali pelajaran yang lalu. @mustamirpedak

Dalam ngaji semalam ada pertanyaan yang barangkali merupakan pertanyaan paling mendasar bagi banyak orang. Mungkin termasuk kamu.

Pertanyaan itu kurang lebih: *apakah tujuan hidup ini?*
Saya sudah menjelaskan berbagai sudut pandang pada ngaji semalam. Tetapi saya ingin memperjelas salah satu sudut pandang yang saya singgung semalam. Sebelum saya menjawab mari kita perjelas dulu tentang suatu hal.

Misalnya kita bertanya: ke manakah tujuanku hari ini. Misalnya kita menjawab: pergi dari Semarang bertujuan menuju Jakarta. Sebelum sampai Jakarta benak kita akan selalu berkata "aku ingin ke Jakarta" dan jika sudah sampai Jakarta maka di benak kita tentu tidak lagi berkata "aku ingin ke Jakarta". 

*Setelah sampai Jakarta tidak lagi kita bertanya "ke mana tujuanku pergi".* Yang ingin saya katakan adalah bahwa ciri orang yang sudah sampai tujuan adalah dia tidak lagi bertanya tentang tujuan. *Orang yang sudah sampai tujuan adalah orang yang tidak lagi bertanya tentang tujuan.* Bukankah demikian? 

Silakan baca berulang-ulang agar kamu memahaminya. 

Maka saya menjawab: *tujuan hidup adalah kita tidak lagi bertanya tentang tujuan hidup.* Betul, kan? Bukankah demikian? Seperti contoh di atas tujuan ke Jakarta adalah agar "tidak bertanya ke mana tujuanku pergi".

Sekarang akan muncul pertanyaan: *bagaimana caranya agar kita tidak lagi bertanya tentang tujuan hidup?* Semalam sudah saya jelaskan yakni dengan: *menikmati sepenuhnya hidupmu.* 

Saya telah memberi contoh sebagai berikut: suatu saat saya mengajak anak saya pergi ke sungai. Anak saya akan bertanya: untuk apa kita ke sungai, Ayah? Saya menjawab: untuk bermain di sungai. Dia akan bertanya lagi: Untuk apa bermain di sungai? Pertanyaan itu akan terus berada di benaknya sebelum sampai di sungai. Setelah sampai di sungai anak saya bermain dengan penuh suka cita. Dia menikmati gemericik suara airnya, kelembutan pasirnya, dingin airnya. Berdeburan di sungai. Berenang, melompat-lompat kegirangan. Dia benar-benar menikmati sepenuhnya indahnya bermain di sungai. 

Pertanyaan saya: *saat dia dengan penuh sukacita menikmati permainan di sungai itu masihkah terlintas di pikirannya: APA TUJUAN BERMAIN DI SUNGAI?* Jawabannya: tidak. Anak saya tidak akan bertanya lagi: untuk apa bermain di sungai.

Maka... *Nikmatilah seluruh realitas hidupmu sepenuh-penuhnya maka kamu tidak akan bertanya: APA TUJUAN HIDUPKU? Saat itu tujuan hidupmu telah tercapai.*

No comments:

Post a Comment

Jenis-jenis Pejalan Spiritual

 JENIS-JENIS PEJALAN SPIRITUAL #mustanirpedak 1. PEJALAN KEHEBATAN Mereka adalah orang yang ngaji demi mencari kekuatan/energi bersumber dar...