Wednesday, December 9, 2020

Terima Kasih Corona

Terima kasih, Corona

Karena mu Alam Semesta beristirahat.

Pagi ini bangun sambil menikmati kesyukuran.

Betapa beruntungnya kita karena Allah menghadiahkan Corona untuk dunia.

Biasanya kita setiap hari baca berita Corona yang menakutkan. Tapi mari kita lihat dari sudut pandang yang lain.

Corona berhasil membuat alam semesta BERISTIRAHAT.

Pergerakan manusia tiada henti dimuka bumi.

Tapi dengan datang nya Corona membuat semua manusia terhenti aktifitasnya. Mereka masuk  ke sebuah ruang kecil bernama rumah, yang selama ini hanya menjadi tempat persinggahan tidur saja. Tapi kini mereka berkumpul bersama anak-anak menikmati cinta dan sayang. Di beri rehat bagi seluruh organ tubuh utk recovery.

Baitullah dan Nabawwi adalah masjid tersibuk 24 jam ibadah ada disana tanpa henti. Jutaan manusia berkumpul dan bergerak berpuluh-puluh bahkan beratus tahun lamanya ini berlangsung. 

Tapi hari ini Baitullah dan Nabawwi beristirahat, para penjaganya beristirahat, para pedagang disekitarnya beristirahat, hotelnya beristirahat, seluruh kota beristirahat.

Sehingga membuat kerinduan kepada Baitullah dan Nabawwi akan semakin memuncak dan dinantikan. Pun ini terjadi di masjid sekitar kita. Membuat kita rindu menghidupkan keramaian di masjid kita sendiri.

Bandara sepi, penerbangan terhenti, awak pesawat istirahat, petugas bandara dan segala penunjangnya beristirahat. Tempat hiruk pikuk manusia berseliweran keluar masuk antar negeri, kini punya waktu berbenah diri.

Pabrik-pabrik ditutup, buruh pabrik diliburkan, tak ada produksi terjadi. Membuat langit biru menjadi bersih berseri, yang selama ini dari pabriklah penghasil polusi CO2. Tapi kali ini pohon-pohon punya waktu memproduksi oksigen utk paru-paru bumi.

Jalan-jalan sepi, pertokoan sepi, keramaian manusia bergerak sepi. Tempat terramai transaksi ekonomi, kini terhenti. Seakan ekonomi mati. Kita mengira bahwa kebangkrutan terjadi disana sini.

Orang miskin bertambah miskin karena tak bisa keluar rumah mencari rezeki.

Sampai disini akhirnya saya mengerti mengapa Allah datangkan Corona utk manusia di bumi. Karena memang begitulah cara Allah menjaga alam semesta yang diciptakanNya.

Lihatlah meskipun kita terpaksa bekerja dirumah, dengan bekal uang tabungan yang belum tentu cukup utk berapa lama lagi masa Lockdown ini berlangsung. Tapi ternyata kita jadi belajar belanja hemat, makan seadanya. "Mangan ora mangan sing penting ngumpul" pepatah ini jadi berharga hari ini.

Orang tua yang biasanya tak tau keseharian anaknya, sekarang berhadapan langsung dg mereka. Anak yang tak tau kesibukan orangtua untuk apa selama ini, mulai merasakan betapa berharga nya kehadiran orangtua di dekat mereka. Seberapa pun galaknya orangtua, anak tetap mencintai nya.

 Orang-orang miskin, pedagang kecil, pengusaha modal pas-pasan mungkin menjerit karena Corona. Tapi ternyata Allah datangkan kreatifitas transaksi yang tak biasa dilakukan. Sekarang tukang sayur di pasar bisa main HP utk transaksi sayur online, Sembako online, sate online, lontong sayur, nasi uduk online dan sejumlah usaha online dadakan bermunculan dari masyarakat kecil. Ternyata mereka sdg dicerdaskan Allah.

Pun buat mereka yang betul-betul miskin Allah datangkan para relawan, dermawan, para penyelamat kemiskinan datang berbondong-bondong menyelamatkan mereka.

Ekonomi yang ditakuti beralih menjadi sebuah efektifitas cerdas yang tak disadari. 

Belanja negara pun siap dialihkan untuk menyelamatkan negeri. Stop pembangunan infrastruktur, UN ditiadakan dan banyak lagi agenda penghematan untuk menyelamatkan keuangan negara demi rakyat dilakukan disana sini.

Mungkin bumi ini akan beristirahat panjang dari Januari s.d Juli untuk berbenah diri. Tapi setelah Corona pergi. Semua kita menjadi berenergi, penuh cinta, dedikasi dan menghargai tiap diri.

Kebayang setelah Corona pergi, masjid menjadi tempat kembali, bertemu teman sekantor laksana berabad tak bertemu, murid memeluk para guru karena rindu.

Senyum pedagang kembali bermekaran, pabrik siap beroperasi. Jalanan menjadi tertib meski ramai. Ekonomi nampak bergeliat lagi.

Rumah sakit akan berubah nama menjadi rumah sehat. Karena bersama Corona semua manusia belajar hidup sehat. Cuci tangan setiap saat, menu makan sehat, berjemur badan saat sinar matahari jamnya tepat.  Para dokter, nakes dan perawat,  kan tersenyum bahagia melihat semua orang sehat wal aafiyat. Giliran mereka yang kan istirahat melawan penat.

"Terima kasih yaa Allah kau anugerah kan untuk kami Corona bukan untuk menyakiti kami, tapi kau datangkan justru untuk menyelamatkan hidup kami."


-Bunda Kurnia Widhiatuti-

(Salah Satu Leader di SC Sygma Daya Insani)

No comments:

Post a Comment

Jenis-jenis Pejalan Spiritual

 JENIS-JENIS PEJALAN SPIRITUAL #mustanirpedak 1. PEJALAN KEHEBATAN Mereka adalah orang yang ngaji demi mencari kekuatan/energi bersumber dar...