Ketika saya berada di puncak demam kemarin saya "menghadirkan" sosok Nabi Ayub dan Jenderal Sudirman. Saya ingin "meminjam" kesabaran saat beliau sakit. Saya ingin "meminjam" ketabahan Nabi Ayub as. Saya ingin "meminjam" ketangguhan Jenderal Sudirman.
Terbayang berapa hebatnya Nabi Ayub dalam kesabarannya saat sakit. Terbayang ketangguhan Jenderal Sudirman dalam gerilya dengan hanya satu paru.
Terbitlah rasa malu kepada beliau berdua. Dan rasa malu itu melahirkan kedamaian.
#mustamirpedak
Sakit seharusnya menyadarkan kita tentang rapuhnya materi/fisik/tubuh. Sekuat apapun tubuh kita, entah cepat atau lambat, akan kembali kepada semesta.
Sakit menyadarkan kita tentang ketidaklayakan materi untuk dijadikan sandaran.
Sakit menyadarkan kita bahwa ada aspek yang lebih vital daripada tubuh kita yakni RUHANI.
#mustamirpedak
#ngajibahagia
No comments:
Post a Comment