Membaca kembali pelajaran yg telah lalu.
@mustamirpedak
Seorang murid pergi ke hutan untuk meninggalkan hiruk pikuk kehidupan. Dia ingin mencari inspirasi di hutan yang sunyi. Setiap malam dia shalat dan berdoa. Pagi harinya dia datang ke desa pinggir hutan untuk mencari makan. Tujuh hari lamanya dia melakukan rutinitas itu.
Di hari ke delapan ketika kembali dari desa menuju tengah hutan dia melihat seekor srigala lumpuh. Anehnya srigala lumpuh itu tampak gemuk dan sehat. Dia bertanya dalam hati, "Bagaimana srigala lumpuh ini bisa mencari makanan sehingga tetap gemuk dan sehat?"
Tiba-tiba terdengar auman singa. Dengan sigap si murid segera naik ke atas pohon agar tak disergap sang singa. Sesaat kemudian datanglah sang singa membawa paha kambing segar. Dengan tenang sang singa memberikan daging segar itu kepada srigala lumpuh. Dan srigala lumpuh itupun makan dengan lahapnya.
Hati sang murid tercekat. Dia terkagum-kagum melihat kejadian luar biasa itu. Dia kini paham mengapa srigala lumpuh itu bisa tetap gemuk dan sehat.
Kejadian itu sangat memengaruhi pikiran sang murid. Baginya itu adalah kejadian dan pengalaman ruhani yang mengagumkan dan sangat inspiratif. Dia yakin inilah ilham yang selama ini dia cari. Inilah cara Tuhan menyampaikan pesan kepadanya. Pesan tentang hakikat kehidupan, menurutnya.
Dia terus menerus berpikir dan merenung tentang apakah pesan Tuhan dalam peristiwa hebat itu. Akhirnya dia menemukan pesan itu: REJEKI TIDAK PERLU DIKEJAR. TUHAN SUDAH MENJAMINNYA. Dia yakin kebenaran pesan Tuhan ini.
Sejak saat itu sang murid terus berdoa dan berdoa. Dia tidak lagi mencari makan di pinggir hutan. Dia yakin Tuhan telah menjamin rejekinya sebagaimana rejeki srigala.
Hari demi hari dilaluinya tetapi tak juga ada yang datang memberinya makanan. Semakin hari tubuhnya semakin lemah dan semakin lemah. Tak juga ada yang mengirimnya makanan.
Pada hari ke 3, saat dia sudah sangat lemah, lewatlah seorang Kiai di hutan itu. Sang Kiai mendekati sang murid dan bertanya, "Apa yang terjadi kepadamu, Nak?" Sang murid menjawab, "Aku sedang menjalankan petunjuk Tuhan, Kiai." Sang Kiai penasaran, "Apa maksudmu, Nak?"
Sang murid pun menceritakan kisahnya, "Aku menemukan pesan bahwa aku harus memasrahkan rejekiku kepada Tuhan sebagaimana srigala itu. Bukankah ini petunjuk dan pencerahan dari Tuhan, Kiai?"
Sang Kiai pun berkata, "Tentu saja peristiwa ini adalah petunjuk dari Tuhan, Nak. Tetapi mengapa kamu memilih menjadi serigala? Mengapa kamu tidak memilih menjadi sang singa, Nak?"
Sang murid terbengong. Dia sadar: jangan-jangan dia salah membaca petunjuk Tuhan.
#mustamirpedak
Catatan Penyusun:
maka dari ilmu, menuntut ilmu itu perlu, agar kita tak salah langkah dan sia-sia menghabiska waktu di dunia ini untuk melakukan hal yang tiada gunanya.
No comments:
Post a Comment